Ini Identitas Sejumlah Polisi Yang Terluka Diserang Oknum Aparat Berseragam
Digtara.com – Sejumlah polisi terluka setelah diserang beberapa oknum aparat berseragam. Penyerangan Mapolsek Pahae Jae setelah sebelumnya terjadi insiden pemukulan terhadap Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot S Nababan.
Baca Juga:
Dari data yang dihimpun digtara.com. Diketahui, korban dari anggota polisi Yakni AKP Ramot S Nababan mengalami memar disebelah pipi kiri.
Kapos Lantas Polsek Sipirok, Polres Tapanuli Selatan Ipda Bangun Siregar luka memar dan bengkak hingga terluka di mata sebelah kanan. Aiptu Velbelik Sitompul luka pada pelepis kanan.
Aipda David M Simatupang luka dibelakang telinga sebelah kanan dan pergelangan, Brigadir Dodi B Sianturi luka gores pada punggung dan tangan. Brigadir Ricardo L Sitompul sakit pada bagian perut dan Edi Susanto (supir).

Peristiwa ini diketahui dari postingan akun Katrina Karim di facebook. Ia menceritakan peristiwa terjadi pada pukul 13.30 di Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis 27 Februari lalu, di Sumatera Utara.
Dimana saat itu terjadi kecelakaan tunggal mobil truk fuso dengan plat mobil BB 9119 FA. Kapolsek bersama anggota lainnya yakni Aipda David Simatupang dan Brigadir Dodi Sianturi berada dilokasi untuk mengurai kemacetan.
Namun disaat bersamaan, melintas sebuah mobil mini bus menggunakan jalur kanan (berlawanan) yang diketahui dikemudikan dan ditumpangi oleh beberapa oknum aparat berseragam.
Melihat mobil tersebut, Kapolsek menghampiri mobil tersebut dan bertanya “Bapak mau kemana,” kata Kapolsek diceritakan Katrina Karim dalam postingannya.
Saat itu, arus lalu lintas diberlakukan satu arah dengan sistem buka tutup.
Mapolsek Diserang
Lanjut postingan tersebut, kemudian seorang yang menggunakan baju seragam aparat turun dan berkata “kau tidak sopan ngomong, Danki aku ya, sambil mencekik Kapolsek dan menempeleng kepala perwira polisi tersebut,” cerita Katrina.
Diketahui, seorang perwira berada didalam mobil mini bus tersebut diduga berpangkat Kapten Inf berinisial R.
Kemudian, Kapolsek dan oknum aparat berseragam tersebut berjalan berdampingan. Kapolsek menyampaikan pada oknum aparat tersebut bahwa personil polsek dan warga sudah capek untuk mengatur lalu lintas, kemudian oknum tersebut menjawab dengan berkata kau ngomong masa gak sopan.
“Kulaporkan kau nanti, masyarakat ini saksi,” ucap Kapolsek yang diceritakan Katrina dalam postingannya.
Saat itu, oknum aparat berseragam hendak memukul Kapolsek Pahae Jae dan dapat dilerai oleh Brigadir Dodi Sianturi serta Serka Ahmad Gozali Lubis, kemudian membawa oknum aparat yang melakukan pemukulan ke atas agar terhindar dari amukan warga.
“Sini kau, kami sudah capek,” teriak warga.
Masih dalam postingan tersebut, Tak selang beberapa lama, beberapa oknum anggota aparat berseragam dari lapo gambiri datang ke lokasi dengan membawa senjata laras panjang, sangkur, double stik dan asbak.
Keributan pun berhasil dilerai setelah dilakukan mediasi.
Namun, sekitar pukul 14.10 WIB, beberapa oknum aparat berseragam turun di depan Polsek Pahae Hae melakukan penyerangan dengan memecahkan kaca nako Polsek.
Keterangan Kabid Humas Polda Sumut.
Saat dikonfirmasi ke Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan. “Benar, saat ini sudah dilakukan mediasi dan tim gabungan dari Medan sudah berangkat kesana,” katanya.
Tatan menjelaskan, untuk hasilnya baru diketahui setelah tim memberikan laporan. “hasilnya nantinya, belum tau. Pastinya semua sudah terkendali,” ucapnya, Jumat (28/2/2020).
Dia pun menghimbau agar semua pihak menahan diri baik dari tingkatan atas hingga ke level bawah dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas. “Saya minta semuanya untuk menahan diri,” pinta tatan.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur