Gunung Api Ili Lewotolok di Lembata-NTT Kembali Erupsi
digtara.com -Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Baca Juga:
Erupsi terjadi sekitar pukul 06.41 WITA dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati condong ke arah tenggara.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 22 detik, serta disertai dentuman dengan intensitas sedang.
Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok bersama Pos Pengamatan Gunung Api dan BPBD Kabupaten Lembata.
Baca Juga:Menurutnya, langkah utama yang dilakukan kepolisian adalah memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus memahami batas aman yang harus dipatuhi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Lewotolok. Hindari wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya dan ikuti setiap informasi resmi dari petugas," ujar AKBP Nanang.
Ia menjelaskan, personel Polres Lembata bersama Polsubsektor Ile Ape juga terus melakukan pemantauan di lapangan.
Hingga saat ini, aktivitas masyarakat dan lalu lintas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Ile Ape dengan Lewoleba masih terpantau berjalan lancar.
Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang beraktivitas di sekitar kaki gunung.
Selain ancaman guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor, masyarakat juga diingatkan terhadap dampak abu vulkanik.
Warga di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung hidung dan mulut, melindungi mata dan kulit, serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Aktivitas Gunung Ili Lewotolok juga berdampak pada sektor transportasi udara. Abu erupsi menyebabkan operasional penerbangan di Bandara Wunopitu Lembata terganggu dan penutupan bandara masih berlangsung berdasarkan informasi dari pihak pengelola bandara.
Baca Juga:
Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Medan, 26 Penerbangan Kualanamu-Jakarta Batal
Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup 4 Jam, 33 Penerbangan Terdampak
Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik
Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Bandara Kualanamu Sempat Dinonaktifkan
Gunung Sinabung Erupsi Hari Ini 31 Agustus 2026, Kolom Abu Capai 3.500 Meter