Pejudo Deni Zulfendri Wafat, KONI Medan Kehilangan Atlet terbaik

  • Whatsapp
deni zulfendri
Almarhum Deni Zulfendri mengikuti vaksinasi Covid-19 di rumah dinas gubernur, 19 April lalu (ist/digtara)

digtara.com – Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Sumatera Utara. Mantan pejudo nasional dan pelatih Judo Sumut untuk PON Papua, Deni Zulfendri, meninggal dunia pada Kamis (22/4/2021).

Kabar wafatnya Deni mengejutkan banyak pihak. Namun kabar itu cepat beredar di media sosial disampaikan kolega Deni sesama mantan atlet nasional Judo Indonesia, hingga rekannya di Dinas Pemuda dan Olahraga Provsu.

Ketua Umum KONI Medan Edy Sibarani menegaskan kalau Medan kehilangan Deni Zulfendri. Pertama, karena Deni merupakan peraih emas di PON. Bahkan untuk PON, dia pejudo terakhir yang meraih medali emas yakni pada PON 2008 di Kaltim.

Kedua, sampai akhir hayatnya ia masih mendedikasikan judo karena terakhir jumpa di Jalan Gaharu dia masih menjadi penatar. Bahkan ia juga maish tercatat sebagai pelatih judo Sumut untuk PON Papua 2021.

“Kita selaku masyarakat Medan sangat kehilangan dan berdoa kiranyaarwah almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Segala budi baiknya membina olahraga selama ini menjadi inspirasi bagi atlet-atlet Kota Medan di masa mendatang,” tutur Edy Sibarani.

Edy juga mengaku memiliki kenangan bagaimana Deni merebut medali emas pada PON 2008 di Kalimantan Timur.

“Kebetulan venue tinju dengan judo berdekatan. Jadi saya lihat bagaimana perjuangan dia merebut emas,” tegas Eddy H Sibarani.

Ungkapan duka juga datang dari seniornya di judo, Krisna Bayu yang dikenal sangat dekat dengannya.

“Siang Hari Ini Sahabat JUDO, SAMBO & KURASH Kita Coach Deni Judo (DENI ZULFENDRI) Telah Dipanggil Sang Pencipta,” tulis Krisna.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan