Hari Kedua Baru Termukan Debris Kapal, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Selatan Taman Nasional Komodo-Manggarai
digtara.com -Tim gabungan berhasil menemukan serpihan material (debris) milik kapal wisata open deck KM Feronia (GT 51) pada operasi pencarian hari kedua, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga:
- Hari Kedua Operasi Pencarian Korban KM Feronia, Tim Gabungan Temukan Tangki Selama Diduga Milik Kapal
- Pencarian Korban Tenggelam KM Feronia Diperluas, Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Sisir Bangkai Kapal
- Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Dalam Operasi Hari Kedua Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo
Fokus pencarian pada hari kedua memperluas jangkauan penyisiran permukaan (surface searching) ke empat sektor utama, yakni Perairan Siaba, Perairan Tatawa, Perairan Batu Bolong, hingga Perairan Taka Makassar.
Kepala Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung mengonfirmasi bahwa penemuan material kapal berupa satu buah bantal sofa dan dapra (pelindung benturan kapal) yang terapung menjadi indikator serta petunjuk penting untuk memetakan arah pergerakan arus bawah laut.
"Tim SAR Gabungan menemukan barang bukti serpihan berupa bantal sofa dan dampra milik KM Feronia terapung di Perairan Batu Bolong sekitar pukul 12.10 WITA. Ini mengindikasikan pola sebaran material akibat arus bawah laut mengarah ke selatan atau barat daya dari titik awal kejadian (TKP)," ujar IPTU Leonardo Marpaung pada Rabu malam.
Sepanjang hari kedua operasi, para penyelam telah menuntaskan empat sesi penyelaman secara maraton di beberapa lokasi krusial. Area tersebut meliputi Perairan Batu Bolong, celah perairan antara Pulau Mawan dan Batu Bolong, perbatasan Manta Point, hingga perairan antara Pulau Mawan dan Tatawa Kecil.
Namun, hingga penyelaman sesi terakhir rampung dilaksanakan pada pukul 16.00 WITA, posisi keberadaan bangkai kapal maupun korban masih belum membuahkan hasil.
Iptu Leonardo mengungkapkan bahwa fenomena turbulensi arus bawah laut menjadi tantangan ekstrim utama yang dihadapi para penyelam.
Baca Juga:"Hambatan utama di lapangan adalah kontur arus bawah laut yang sangat kuat dan sering berubah arah secara mendadak (underwater turbulence), serta jarak pandang penyelaman (visibility) yang terbatas pada kedalaman tertentu," papar Iptu Leonardo.
Musibah maritim ini menimpa KM Feronia, sebuah kapal wisata jenis open deck diving berbobot GT 51, pada Selasa (13/10) pukul 14.30 WITA. Kapal yang mendadak hilang kendali akibat terhempas pusaran arus berputar (eddies/whirlpool) itu terbalik dan karam pada titik koordinat 8°31'11.4"S 119°36'02.1"E.
Saat insiden terjadi, korban yang juga seorang Dive Master kelahiran Jakarta yang berdomisili di Labuan Bajo—diduga kuat terjebak di dalam toilet sebelah kiri kapal saat pintu dalam kondisi terkunci.
Korban tak sempat menyelamatkan diri tatkala lambung kapal miring dan tenggelam secara cepat.
Sementara itu, tim utama kembali menyandar di dermaga Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 17.10 WITA.
Pihak otoritas menyatakan bahwa penyusunan strategi lanjutan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas instansi pada Rabu malam.
"Seluruh unsur SAR Gabungan menggelar rapat evaluasi teknis di Posko SAR Waterfront Labuan Bajo. Evaluasi ini penting untuk memetakan ulang koordinat penyisiran, pembagian tim penyelam, serta menyesuaikan pola pergerakan arus laut untuk operasi hari ketiga," terang Iptu Leonardo.
Hari Kedua Operasi Pencarian Korban KM Feronia, Tim Gabungan Temukan Tangki Selama Diduga Milik Kapal
Pencarian Korban Tenggelam KM Feronia Diperluas, Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Sisir Bangkai Kapal
Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Dalam Operasi Hari Kedua Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo
Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal
Rumah Lansia di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Salurkan Bantuan