Kamis, 15 Oktober 2026

Hari Kedua Baru Termukan Debris Kapal, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Selatan Taman Nasional Komodo-Manggarai

Imanuel Lodja - Kamis, 15 Oktober 2026 12:45 WIB
Hari Kedua Baru Termukan Debris Kapal, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Selatan Taman Nasional Komodo-Manggarai
ist
Tim gabungan masih melakukan pencarian korban kapal tenggelam di perairan Manggarai Barat

digtara.com -Tim gabungan berhasil menemukan serpihan material (debris) milik kapal wisata open deck KM Feronia (GT 51) pada operasi pencarian hari kedua, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:

Kendati demikian, keberadaan seorang Dive Master wanita berinisial Veronica Beatric Jessica (23) yang dilaporkan tenggelam bersama lambung kapal di Perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) masih belum ditemukan.

Fokus pencarian pada hari kedua memperluas jangkauan penyisiran permukaan (surface searching) ke empat sektor utama, yakni Perairan Siaba, Perairan Tatawa, Perairan Batu Bolong, hingga Perairan Taka Makassar.

Kepala Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung mengonfirmasi bahwa penemuan material kapal berupa satu buah bantal sofa dan dapra (pelindung benturan kapal) yang terapung menjadi indikator serta petunjuk penting untuk memetakan arah pergerakan arus bawah laut.

"Tim SAR Gabungan menemukan barang bukti serpihan berupa bantal sofa dan dampra milik KM Feronia terapung di Perairan Batu Bolong sekitar pukul 12.10 WITA. Ini mengindikasikan pola sebaran material akibat arus bawah laut mengarah ke selatan atau barat daya dari titik awal kejadian (TKP)," ujar IPTU Leonardo Marpaung pada Rabu malam.

Selain melakukan penyisiran permukaan menggunakan armada perahu cepat dan Rigid Inflatable Boat (RIB), tim gabungan—yang melibatkan Satpolairud Polres Mabar, Basarnas, KSOP/Syahbandar, Ditpolairud Polda NTT, KP. Bima Polairud Baharkam Mabes Polri, Lanal Labuan Bajo, serta Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom)—menerjunkan puluhan penyelam andal ke dasar laut.

Sepanjang hari kedua operasi, para penyelam telah menuntaskan empat sesi penyelaman secara maraton di beberapa lokasi krusial. Area tersebut meliputi Perairan Batu Bolong, celah perairan antara Pulau Mawan dan Batu Bolong, perbatasan Manta Point, hingga perairan antara Pulau Mawan dan Tatawa Kecil.

Namun, hingga penyelaman sesi terakhir rampung dilaksanakan pada pukul 16.00 WITA, posisi keberadaan bangkai kapal maupun korban masih belum membuahkan hasil.

Iptu Leonardo mengungkapkan bahwa fenomena turbulensi arus bawah laut menjadi tantangan ekstrim utama yang dihadapi para penyelam.

Baca Juga:
"Hambatan utama di lapangan adalah kontur arus bawah laut yang sangat kuat dan sering berubah arah secara mendadak (underwater turbulence), serta jarak pandang penyelaman (visibility) yang terbatas pada kedalaman tertentu," papar Iptu Leonardo.

Musibah maritim ini menimpa KM Feronia, sebuah kapal wisata jenis open deck diving berbobot GT 51, pada Selasa (13/10) pukul 14.30 WITA. Kapal yang mendadak hilang kendali akibat terhempas pusaran arus berputar (eddies/whirlpool) itu terbalik dan karam pada titik koordinat 8°31'11.4"S 119°36'02.1"E.

Saat insiden terjadi, korban yang juga seorang Dive Master kelahiran Jakarta yang berdomisili di Labuan Bajo—diduga kuat terjebak di dalam toilet sebelah kiri kapal saat pintu dalam kondisi terkunci.

Korban tak sempat menyelamatkan diri tatkala lambung kapal miring dan tenggelam secara cepat.

Sementara itu, nakhoda kapal (Isran), Kepala Kamar Mesin/KKM (Irwandi), tiga ABK (Falentinus Gordi, Wihelmus, dan Rupertus Raman), serta tiga wisatawan asing yang terluka (William Barnet, Teagans Monks, dan Yannick Wassmer) berhasil dievakuasi sejak hari pertama kejadian dan telah menerima perawatan medis.

Guna memangkas waktu tempuh dan menjaga efisiensi pergerakan armada pada operasi hari berikutnya, sebagian personel Tim SAR Gabungan disiagakan untuk menginap di Pos SAR Padar Utara.

Sementara itu, tim utama kembali menyandar di dermaga Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 17.10 WITA.

Pihak otoritas menyatakan bahwa penyusunan strategi lanjutan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas instansi pada Rabu malam.

"Seluruh unsur SAR Gabungan menggelar rapat evaluasi teknis di Posko SAR Waterfront Labuan Bajo. Evaluasi ini penting untuk memetakan ulang koordinat penyisiran, pembagian tim penyelam, serta menyesuaikan pola pergerakan arus laut untuk operasi hari ketiga," terang Iptu Leonardo.

Operasi pencarian hari ketiga kembali bergulir pada Kamis (15/10/2026) mulai pukul 09.00 WITA dengan fokus perluasan jangkauan ke sektor perairan selatan Taman Nasional Komodo.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hari Kedua Operasi Pencarian Korban KM Feronia, Tim Gabungan Temukan Tangki Selama Diduga Milik Kapal

Hari Kedua Operasi Pencarian Korban KM Feronia, Tim Gabungan Temukan Tangki Selama Diduga Milik Kapal

Pencarian Korban Tenggelam KM Feronia Diperluas, Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Sisir Bangkai Kapal

Pencarian Korban Tenggelam KM Feronia Diperluas, Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Sisir Bangkai Kapal

Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Dalam Operasi Hari Kedua Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo

Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Dalam Operasi Hari Kedua Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo

Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal

Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal

Rumah Lansia di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Salurkan Bantuan

Rumah Lansia di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Salurkan Bantuan

Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Tatawa Labuan Bajo, 29 Orang Selamat dan Satu Penumpang Dalam Pencarian

Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Tatawa Labuan Bajo, 29 Orang Selamat dan Satu Penumpang Dalam Pencarian

Komentar
Berita Terbaru