Senin, 12 Oktober 2026

Kemnaker Salurkan 78 Paket Pelatihan Vokasi untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Arie - Jumat, 09 Oktober 2026 17:45 WIB
Kemnaker Salurkan 78 Paket Pelatihan Vokasi untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
ist
Kemnaker Salurkan 78 Paket Pelatihan Vokasi untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

digtara.com -Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadirkan pelatihan vokasi bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan keterampilan agar masyarakat memiliki bekal untuk kembali bekerja atau mengembangkan usaha secara mandiri.

Baca Juga:

Melalui program Kemnaker Peduli Bencana, dukungan diberikan dalam bentuk Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) dan Tailor Made Training (TMT). Kedua program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan kerja sekaligus mendorong pemulihan ekonomi pascabencana.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan, pelatihan vokasi menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah NTT.

"Kemnaker hadir untuk membantu masyarakat terdampak bencana melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan, masyarakat diharapkan memiliki bekal untuk kembali bekerja atau mengembangkan usaha secara mandiri," kata Sukro melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (8/10/2026).

Kemnaker Salurkan 40 Paket Pelatihan Vokasi Nasional

Kemnaker saat ini menyediakan 40 paket Program Pelatihan Vokasi Nasional yang tersebar di seluruh UPTD binaan di kabupaten-kabupaten di Provinsi NTT.

Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat keterampilan masyarakat agar dapat kembali produktif setelah terdampak gempa.

Baca Juga:
Selain pelatihan vokasi nasional, Kemnaker juga menyalurkan 38 paket Tailor Made Training (TMT) ke seluruh wilayah NTT. Dengan demikian, total paket pelatihan yang disebutkan dalam program tersebut mencapai 78 paket.

Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Masyarakat

Berbeda dengan pelatihan yang bersifat umum, TMT dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Pendekatan ini diharapkan membuat keterampilan yang diperoleh peserta lebih relevan dan mudah diterapkan setelah pelatihan selesai.

Menurut Sukro, peningkatan keterampilan perlu disertai kesesuaian dengan kebutuhan di lapangan agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Pelatihan tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan. Yang penting, keterampilan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah sehingga bisa dimanfaatkan untuk bekerja ataupun mengembangkan usaha secara mandiri," ujar Sukro.

Dorong Pemulihan Ekonomi Pascagempa

Melalui program pelatihan vokasi tersebut, Kemnaker berharap masyarakat terdampak gempa di NTT memiliki bekal untuk bangkit dan kembali menjalankan aktivitas ekonomi.

Peningkatan kompetensi diharapkan membuka peluang bagi peserta untuk kembali memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri sesuai keterampilan yang dimiliki dan potensi daerah masing-masing.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja, BPVP Didorong Lebih Dekat dengan Industri

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja, BPVP Didorong Lebih Dekat dengan Industri

Kemnaker Latih Penyandang Disabilitas agar Siap Kerja, Perusahaan Wajib Penuhi Kuota

Kemnaker Latih Penyandang Disabilitas agar Siap Kerja, Perusahaan Wajib Penuhi Kuota

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri, Peserta Gratis Sertifikasi Kompetensi

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri, Peserta Gratis Sertifikasi Kompetensi

Menaker Yassierli: Pelatihan Vokasi Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja

Menaker Yassierli: Pelatihan Vokasi Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja

Kaget Ada Gempa, Lansia Perempuan di Sumba Barat Daya Meninggal Dunia

Kaget Ada Gempa, Lansia Perempuan di Sumba Barat Daya Meninggal Dunia

Walau Ada 62 Gempa Susulan di Sumba Barat Daya Namun Tidak Berpotensi Tsunami

Walau Ada 62 Gempa Susulan di Sumba Barat Daya Namun Tidak Berpotensi Tsunami

Komentar
Berita Terbaru