Senin, 28 September 2026

Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi

Imanuel Lodja - Senin, 28 September 2026 14:50 WIB
Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi
istimewa
Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi

digtara.com -Guncangan gempa bumi di Flores-NTT tidak hanya meretakkan fondasi fisik bangunan, tetapi juga meretas ketenangan jiwa kelompok rentan.

Baca Juga:

Anak-anak dan lansia menjadi pihak paling rentan mengalami gejala kecemasan hebat hingga gangguan tidur (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD).

Pemulihan trauma mental pada warga terdampak gempa terutama bagi kelompok rentan sama mendesaknya dengan penanganan fisik pasca bencana.

Pekan lalu Asrama Putri Arnoldus Yansen, Desa Batu Cermin, Kabupaten Manggarai Barat menjadi lokasi polisi dan masyarakat sipil berbaur diantara barisan tenda darurat dan dinding-dinding retak yang masih menyisakan trauma guncangan gempa.

Personel kepolisian berseragam lengkap bermain tebak kata, dan bernyanyi bersama puluhan siswa.

‎Selama lima hari penuh, sejak 21 hingga 25 September 2026, sebuah kerja kemanusiaan lintas elemen digelar.

Baca Juga:
Polres Manggarai Barat melalui Satuan Binmas dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) berkolaborasi dengan Tim Relawan dan Pelayanan Medis Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI).

Mereka menerjunkan personel dan bantuan terpadu ke titik-titik terdampak, memadukan tiga pilar utama: pemulihan psikososial (trauma healing), pelayanan kesehatan medis dasar (yankes), serta penyaluran logistik.

‎"Kami menyadari bahwa luka fisik bisa dijahit dan bangunan roboh bisa dibangun kembali. Namun, luka batin anak-anak akibat trauma bencana butuh sentuhan kasih yang cepat dan tepat," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang pada akhir pekan lalu.

‎Disebutkan kalau Polri Presis hadir sebagai pelindung dan pengayom raga serta jiwa masyarakat yang sedang berduka.

Di setiap titik operasi—mulai dari pesisir Rangko, Dusun Capi, Desa Melo, hingga kompleks asrama sekolah—pendampingan psikososial dikemas secara interaktif.

Anak-anak diajak bernyanyi, mewarnai, serta mempraktikkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti tata cara mencuci tangan empat langkah hingga enam langkah.

‎Margareth (10), siswi asal Desa Melo, tak mampu menyembunyikan senyum sumringah usai mengikuti sesi permainan interaktif.

‎"Kemarin-kemarin kalau dengar bunyi keras sedikit saya langsung takut dan mau lari keluar rumah. Tapi hari ini senang sekali bisa main tebak-tebakan sama kakak-kakak polisi dan ibu dokter. Diberi susu dan biskuit juga," tuturnya.

‎Selain trauma psikologis, potensi ancaman penyakit pasca bencana menjadi perhatian serius Si Dokkes Polres Manggarai Barat dan Tim Medis IASI.

Banyak warga lansia dan pengasuh asrama mengalami lonjakan tekanan darah akibat stres dan kelelahan kronis.

Baca Juga:
‎"Secara medis, kecemasan berlebih atau psikosomatis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh secara drastis. Karena itu, saat anak-anak terhibur lewat trauma healing, imunitas mereka ikut meningkat. Di saat bersamaan, kami melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), pemantauan tensi, serta pembagian multivitamin untuk lansia dan tenaga pendidik," papar Kapolres.

‎Sinergi bersama IASI—organisasi alumni Ursulin yang mengusung semangat "Serviam" (Aku Mengabdi)—menjadi akselerator penting dalam efisiensi penanganan medis ini.

Dokter dan perawat relawan IASI bahu-membahu bersama personel Polri melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu (door-to-door) bagi warga lansia serta difabel.

‎Perwakilan Tim Relawan IASI, Suster Pia Yustina Sutini, OSU, mengungkapkan komitmen moral di balik aksi kolaboratif tersebut.

‎"Nilai dasar kami adalah pelayanan tanpa sekat. Ketika bencana melanda Manggarai Barat, kami tidak bisa tinggal diam. Sinergi bersama Polres Mabar membuat pemetaan lapangan menjadi sangat presisi, sehingga bantuan medis dan logistik bisa menjangkau titik terluar yang paling membutuhkan," ungkap Sr. Tini, OSU.

‎Operasi kemanusiaan yang berlangsung maraton selama lima hari ini mencatatkan jangkauan yang luas di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Boleng, Komodo, dan Mbeliling.

Baca Juga:
‎Rangkaian kegiatan bakti sosial dan aksi kemanusiaan yang berlangsung pada 21–25 September 2026 berhasil menyalurkan bantuan logistik dan kesehatan kepada lebih dari 1.358 warga di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

‎Kegiatan diawali pada Senin (21/9/2026) di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, dengan melayani 215 warga melalui edukasi kesehatan PHBS, arahan Kamtibmas, pemeriksaan kesehatan lansia dan guru, serta pembagian 200 paket sembako.

Pada Selasa (22/9/2026), tim bergerak ke Dusun Capi, Kecamatan Komodo, memberikan pelayanan medis dasar dan penyerahan bahan pokok kepada 115 jiwa.

‎Puncak kegiatan berlangsung secara bersamaan pada Rabu (23/9/2026) di tiga lokasi terpisah, yaitu Desa Melo (Kecamatan Mbeliling), Asrama Putri Arnoldus Yansen, dan Asrama Seminari Ketentang di Batu Cermin.

Rangkaian aksi kemanusiaan ini ditutup pada Jumat (25/9/2026) dengan penyaluran perlengkapan tidur dan paket nutrisi di TK Pembina, Pesantren Al-Akbar, serta Asrama Seminari Labuan Bajo.

‎Total bantuan fisik yang tersalurkan mencakup 200 paket sembako, 70 kasur spons lipat, 700 selimut, 520 handuk clean kit, 50 sarung, 10 karpet, serta puluhan dus biskuit dan susu nutrisi anak.

‎Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghafilin Labuan Bajo, Ustadz Kafi, mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada para santri dan pengajar.

‎"Bantuan sarana tidur dan paket nutrisi ini sangat berarti bagi anak-anak kami di pesantren. Namun yang lebih penting dari itu adalah rasa tenang karena kami merasa tidak berjalan sendiri menghadapi musibah ini. Terima kasih kepada Polres Manggarai Barat dan relawan IASI," ungkap Ustadz Kafi.

‎Selain menekan risiko kesehatan dan trauma psikologis, aksi kemanusiaan ini juga memperkokoh Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

‎Meski kegiatan periode 21–25 September 2026 telah rampung, Polres Manggarai Barat memastikan pemantauan kesehatan berkala (monitoring follow-up) terus berjalan, khususnya di lingkungan pesantren dan asrama sekolah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Awalnya Pamit ke Kebun, Sepekan Kemudian Lansia Di Lembata-NTT Ditemukan Meninggal Membusuk di Kebunnya

Awalnya Pamit ke Kebun, Sepekan Kemudian Lansia Di Lembata-NTT Ditemukan Meninggal Membusuk di Kebunnya

181 Calon Kepala Desa di Manggarai Barat Pada 64 Desa Siap Bertarung, Polisi Sebar Anggota Pada 138 TPS

181 Calon Kepala Desa di Manggarai Barat Pada 64 Desa Siap Bertarung, Polisi Sebar Anggota Pada 138 TPS

Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo Usai Tabrak Karang Dangkal, Belasan Penumpang Dievakuasi Selamat

Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo Usai Tabrak Karang Dangkal, Belasan Penumpang Dievakuasi Selamat

Remaja Pria Warga Amfoang Timur-Kupang Ditemukan Pingsan di Wilayah Oecusse-Timor Leste

Remaja Pria Warga Amfoang Timur-Kupang Ditemukan Pingsan di Wilayah Oecusse-Timor Leste

Story Whatsapp Berujung Laporan Polisi, Polisi Upayakan Penyelesaian Damai

Story Whatsapp Berujung Laporan Polisi, Polisi Upayakan Penyelesaian Damai

Tawuran Malam Hari, Tiga Pemuda di Kota Kupang Diamankan Polisi

Tawuran Malam Hari, Tiga Pemuda di Kota Kupang Diamankan Polisi

Komentar
Berita Terbaru