13 Rumah Rusak di Humbahas, Kericuhan Diduga Dipicu Sengketa Lahan
digtara.com - Suasana mencekam terlihat dalam video yang viral di media sosial dan disebut terjadi di Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga:
Sebuah warung milik warga juga disebut menjadi sasaran. Barang dagangan dan uang yang berada di dalam warung dikabarkan hilang setelah aksi tersebut.
Tak hanya rumah dan warung, kendaraan warga juga dilaporkan mengalami kerusakan. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan dalam kondisi terbalik.
12 Rumah di Tiga Desa Disebut Terdampak
Perekam video menyebut sedikitnya 12 rumah warga terdampak aksi tersebut. Kerusakan disebut terjadi di tiga desa, yakni Desa Matiti, Desa Lapo Batu, dan Desa Sarsiantar."Ada 12 rumah. Mobil dibalikkan semua, mobil bus dibalikkan dan mobil minibus. Uang di laci tidak ada lagi sisa, dicuri uang jualan. Ini kan posisinya warung dagangan, yang lain juga dicuri," ujar perekam video.
Baca Juga:Sejumlah barang berharga di dalam rumah juga dikabarkan hilang. Namun, dugaan penjarahan serta nilai kerugian masih perlu dipastikan berdasarkan keterangan para korban dan hasil penyelidikan kepolisian.
Polisi Selidiki Kerusakan Rumah Warga
Kepolisian telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari korban maupun saksi.Rangkaian kejadian masih didalami untuk mengetahui penyebab kericuhan serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perusakan.
Kasi Humas Polres Humbahas Bripka Jafar Simanjuntak mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, kericuhan tersebut diduga berkaitan dengan sengketa lahan antara kelompok Raja Bius Manullang Matiti dan keturunan Op. Patar Munte.
Kericuhan Diduga Bermula dari Kebakaran Pondok
Jafar menjelaskan, peristiwa tersebut diduga bermula dari kebakaran sebuah pondok atau gubuk milik kelompok Raja Bius Manullang."Antara Raja Bius Manullang Matiti dengan keturunan Op. Patar Munte sebelumnya memang memiliki permasalahan sengketa lahan terkait klaim kepemilikan," kata Jafar saat dikonfirmasi SuaraSumut.id, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, situasi kemudian berkembang hingga menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi.
Berdasarkan data kepolisian, sedikitnya 13 unit rumah mengalami kerusakan dalam rangkaian kejadian tersebut.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi secara utuh, termasuk penyebab kerusakan, dugaan hilangnya barang milik warga, serta pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Baca Juga:
Cara Edit Foto Retro 80-an di ChatGPT, Tinggal Klik Fitur 80s Flashback
Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku
Begini Penjelasan Kapolres Sumba Timur Soal Dugaan Keterlibatan Dua Oknum Anggota Dalam Kasus Pencurian Ternak
Viral! Video Penangkapan Pencuri Sapi di Sumba Timur Diduga Libatkan Oknum Polisi
Sayangkan Tindakan Kekerasan Pada Burung Hantu, BBKSDA NTT Koordinasi Dengan Polres Manggarai Barat