Orangtua di Paluta Keluhkan Menu MBG yang Dinilai Tidak Layak
digtara.com - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tengah menjadi sorotan. Pasalnya, menu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat dinilai tidak memenuhi standar gizi dan terkesan asal jadi, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga:
Persoalan ini mencuat luas setelah beredarnya sejumlah foto yang memperlihatkan menu MBGyang diterima oleh siswa-siswi SDN 101080 Gunungtua pada Rabu (2/9/2026).
Dalam potret tersebut, tampak seporsi makanan dalam wadah stainless yang hanya berisi nasi, sebutir telur rebus, satu buah jeruk, dan beberapa potong tomat mentah.
Kekecewaan para orangtua memuncak karena menu yang disajikan dinilai sangat jauh dari standar pemenuhan gizi anak yang dikampanyekan oleh pemerintah.
Senada dengan itu, sumber lain mengungkapkan bahwa makanan yang di bawah standar ini sudah sering didistribusikan oleh dapur SPPG tersebut.
Baca Juga:
"Bukan sekali dua kali, ini sudah sering terjadi. Kami disuruh komplain langsung ke pihak pengelola. Sudah sering kami protes, tapi tetap tidak ada perubahan," ungkap ibu yang enggan disebutkan namanya ini kepada awak media.
Ia menuturkan, dapur SPPG Gunungtua Jae sudah menyuplai MBG untuk anaknya di salah satu SD di Pasar Gunungtua selama lebih dari tiga bulan. Pihak pengelola, lanjutnya, kerap meminta maaf dan berjanji akan mengevaluasi menu setiap kali diprotes.
"Masih sering terulang. Cuma minta maaf saja, tapi praktiknya tidak ada perbaikan," imbuhnya kecewa.
Sikap antikritik juga dialami oleh seorang kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas menyalurkan MBG kepada penerima manfaat B3 di desanya. Saat mempertanyakan kondisi menu, ia justru mendapat respons yang arogan.Situasi ini memicu tanda tanya besar terkait lemahnya pengawasan program MBG di wilayah tersebut.
Masyarakat mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan dan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan dapur MBG.
Pengawasan tersebut harus mencakup audit kualitas bahan makanan, kewajaran porsi, standar kebersihan, hingga kepastian kandungan gizi yang disajikan untuk anak-anak.
Diketahui, dapur penyedia MBG tersebut berlokasi di Paranginan, Desa Gunungtua Jae. Dapur ini dikelola oleh SPPG Gunungtua Jae di bawah naungan Yayasan Khayana Pelita Mandiri.
Menanggapi keluhan yang viral tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Paluta, Edi Kurniawan Siregar, angkat bicara.
Mewakili pihak penyelenggara, ia memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian penyajian menu tersebut.
Baca Juga:
"Hal ini sudah kami konfirmasi ke pihak terkait. Pihak SPPG memohon maaf, memang terdapat sekitar 100 porsi makanan yang tersaji seperti itu. Hal tersebut dikarenakan adanya miskomunikasi antara divisi distribusi dan divisi pemorsian," ungkap Edi Kurniawan saat dikonfirmasi.
Ia juga menjamin serta memastikan bahwa insiden serupa tidak akan terulang lagi pada penyaluran MBG ke depannya.
Sementara itu, Kepala SPPG Gunungtua Jae, Adi Siregar, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media enggan memberikan tanggapan terkait persoalan ini.
Dalam Sepekan, Polres Paluta Ringkus 5 Tersangka Pengedar Narkoba
SPPG di Karo Disuspend Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Diperiksa
Ketua LP Ma'arif NU Jateng Apresiasi Putusan MK Perihal Larangan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan untuk MBG
Dukung MBG, Wakapolda NTT Tinjau SPPG Polda NTT
Diduga Terlibat Proyek Dapur MBG, Anggota DPRD Kabupaten TTU Dilaporkan ke Badan Kehormatan
Kepala BGN Ditahan, Pemuda Muhammadiyah NTT Minta Kejaksaan Audit Pengelola MBG di NTT
Orangtua di Paluta Keluhkan Menu MBG yang Dinilai Tidak Layak
Pasar Kripto Hari Ini Mulai Bergairah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Menguat
Masyarakat dan Rutan Ruteng-Manggarai Dapat 20 Ton Beras dan Ribuan Paket Bansos dari Kemenimipas
Cegah Narkoba di Sumba, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Gandeng Sinode GKS
Tiga Ton Bantuan Polresta Kupang Kota Bagi Korban Gempa Flores
Dua Pemuda di Kupang Ribut di Lokasi Wisata, Polisi Turun Tangan
Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing