Rabu, 02 September 2026

25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah

Imanuel Lodja - Rabu, 02 September 2026 07:55 WIB
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
ist
Kapolda NTT dan rombongan saat berkunjung ke Pulau Kukusan melalukan berbagai aktivitas sosial bagi warga do wilayah tersebut

digtara.com -Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko merevitalisasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Baca Juga:

Sekolah yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Pulau Kukusan, Kabupaten Manggarai Barat itu berdiri sejak 2001 dan sebelumnya berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.

Kondisi tersebut perlahan mulai berubah setelah Direktorat Polairud Polda NTT membantu melakukan revitalisasi terhadap dua ruang kelas pada Juni 2026.

Dengan adanya perbaikan tersebut, kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya sangat terbatas kini dapat berlangsung di empat ruang kelas.

Kapolda NTT kemudian meresmikam revitalisasi ini sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat dan tenaga pendidik di Pulau Kukusan, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (1/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT juga membawa bantuan untuk meringankan beban warga pasca bencana gempa bumi.

Baca Juga:

Kapolda NTT juga memastikan keberlanjutan perhatian Polri terhadap dunia pendidikan di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal dan sejumlah Pejabat Utama Polda NTT, serta Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang.

Kepala MI Al-Hidayah, Husen, menyampaikan bahwa perjuangan menyelenggarakan pendidikan di Pulau Kukusan tidak mudah.

Dengan keterbatasan sarana dan tenaga pendidik, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di pulau tersebut.

Saat ini MI Al-Hidayah memiliki 46 siswa dan empat orang tenaga guru.

Husen mengungkapkan, sebelum dua ruang kelas direnovasi, hanya dua ruangan yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa harus belajar di ruang terbuka.

"Dulu sebelum direnovasi pada Juni 2026 oleh Direktorat Polairud Polda NTT, hanya dua ruangan yang difungsikan untuk belajar. Lainnya belajar di bawah pohon dan selalu terganggu oleh kambing," ungkap Husen.

Ia juga menyampaikan persoalan lain yang masih dihadapi sekolah, termasuk keterbatasan tenaga pendidik serta kualifikasi akademik guru.

"Kualifikasi pendidik di sini masih di bawah standar semua. Di mana saya sebagai kepala madrasah pun sampai hari ini masih kualifikasi non S-1, namun itu tidak membuat saya merasa bahwa saya tidak bisa, karena memang kalau tidak kami yang berjuang sebagai pendidik di sini, siapa lagi," ujarnya.

Baca Juga:

Semangat tersebut mendapat perhatian Kapolda NTT. Kapolda mengakui masih terdapat sejumlah sekolah di wilayah NTT yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

"Kami memohon maaf. Ternyata masih ada sekolah-sekolah yang kondisinya seperti ini," kata Kapolda NTT.

Revitalisasi dua ruang kelas yang telah dilakukan menjadi langkah awal untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih layak bagi anak-anak Pulau Kukusan.

Kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan semangat siswa dalam menuntut ilmu.

Selain meresmikan revitalisasi sekolah, kunjungan Kapolda NTT juga menjadi bagian dari rangkaian kepedulian Polri terhadap masyarakat Pulau Kukusan yang terdampak gempa bumi Flores.

Rombongan membawa dan menyerahkan bantuan berupa sembako, susu, mainan anak, serta perlengkapan sekolah bagi masyarakat dan tenaga pendidik.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral kepada warga yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru