Kunjungi Pengungsi di Maumere, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kehidupan Masyarakat
Baca Juga:
Selain air bersih, PMI Kabupaten Sikka juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa alat komunikasi HT, kendaraan operasional, terpal, tenda, alas tidur, peralatan dapur umum, baby kit, hygiene kit, family kit, tandon air, selimut serta perlengkapan untuk balita.
Sekitar pukul 11.05 Wita, rombongan tiba di Posko Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka.
Di hadapan Jusuf Kalla, Bupati Sikka memaparkan kondisi Kabupaten Sikka secara menyeluruh, termasuk dampak gempa tektonik berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah tersebut.
Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap wilayah tersebut. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, telah dibangun Posko Lapangan Palue.
Baca Juga:Di tengah keterbatasan sumber daya, pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus bergerak dan bekerja secara bersama-sama untuk menangani dampak bencana.
Pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, TNI-Polri, relawan, organisasi masyarakat, dunia usaha hingga masyarakat sendiri.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Waimahing memaparkan kondisi penanganan bencana secara lebih rinci.
Paparan tersebut mencakup gambaran umum wilayah Kabupaten Sikka, wilayah yang terdampak gempa, korban jiwa, korban luka berat dan ringan, kerusakan rumah warga, serta kerusakan fasilitas umum seperti tempat ibadah, fasilitas pendidikan, kesehatan dan jalan.
BPBD juga menyampaikan kondisi pengungsi yang sebelumnya tersebar di sejumlah kecamatan. Dari 10 posko pengungsian yang sebelumnya tersedia, saat ini tersisa lima posko.
Distribusi bantuan telah dilakukan ke 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka. Selain itu, Posko Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka juga telah membuka rekening donasi sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan kemanusiaan.
Jusuf Kalla kemudian memberikan pandangan mengenai fase penanganan pascabencana.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sering menghadapi bencana. Namun, dari berbagai kejadian tersebut, masyarakat juga belajar untuk semakin responsif terhadap ancaman.
Ketika gempa besar terjadi, masyarakat kini lebih cepat bergerak menuju dataran tinggi sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan tsunami.
Baca Juga:Namun, persoalan tidak berhenti ketika gempa berakhir. Menurut Jusuf Kalla, salah satu pekerjaan paling sulit justru berada pada tahap rekonstruksi.
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur
Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi
Polda Sultra Bantu Rp 600 Juta Bagi Korban Gempa Bumi Flores
Wilayah Terdampak Gempa Flores Mulai Masuk Tahap Pemulihan
Pasca Perpanjangan Masa Tanggap Darurat, Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR