Kunjungi Pengungsi di Maumere, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kehidupan Masyarakat
digtara.com -Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla, datang langsung ke Maumere, Kabupaten Sikka untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga:
Rombongan tersebut turut diikuti Delegation IFRC, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Kathryn Clarkson; Ketua PMI Provinsi NTT sekaligus mantan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang juga ketua PMI NTT serta para Ketua PMI se-daratan Flores.
Jusuf Kalla dan rombongan kemudian ke Posko Pengungsian Terpusat Bencana Alam Gempa Bumi di Gelora Samador, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok untuk melihat langsung wajah masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
Selama sekitar 40 menit, sejak pukul 09.55 hingga 10.35 Wita, Jusuf Kalla meninjau kondisi pengungsi sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa fase penanganan bencana tidak boleh berhenti pada penyelamatan dan pemberian bantuan darurat.
Baca Juga:Menurutnya, pekerjaan besar justru menanti setelah masa tanggap darurat, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi kehidupan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Anak-anak, kata dia, harus segera kembali mendapatkan pendidikan, sementara rumah-rumah warga yang rusak harus segera diperbaiki.
Pesan itu menjadi penting karena bencana tidak hanya menghancurkan bangunan. Gempa juga memukul kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, memaksa warga meninggalkan rumah, mengganggu aktivitas pendidikan, serta menciptakan kebutuhan kemanusiaan yang terus bergerak dari hari ke hari.
PMI, kata Jusuf Kalla, terus berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut. Kapal PMI bahkan telah tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat untuk memberikan pelayanan dan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat di daratan Flores.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai organisasi, baik pemerintah maupun non pemerintah, terus bergerak memberikan bantuan, baik berupa kebutuhan material maupun dukungan nonmaterial.
Bantuan simbolis yang diserahkan kepada pengungsi berupa paket kebutuhan sehari-hari. Didalamnya terdapat sabun mandi, sampo, sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci, pembalut dan handuk.
Bagi masyarakat yang hidup dalam kondisi pengungsian, kebutuhan dasar semacam itu menjadi bagian penting dari keberlangsungan hidup sehari-hari.
Dari Gelora Samador, rombongan bergerak menuju Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Flores PMI Kabupaten Sikka.
Di tempat tersebut, Ketua PMI Kabupaten Sikka Gervatius Fortasius Mude menyampaikan gambaran kebutuhan kemanusiaan yang masih mendesak kepada Jusuf Kalla.
Baca Juga:Gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan dampak luas di wilayah Kabupaten Sikka. Kondisi tersebut menjadi semakin berat karena masyarakat kini menghadapi musim kemarau panjang.
Tim SAR Gabungan Evakuasi Empat Warga Kabupaten Manggarai Timur Korban Gempa ke Labuan Bajo
Kapolri dan Kapolda NTT Bantu Perbaikan Rumah Anggota Polres Ende Korban Gempa
Masjid di Ende Rusak Akibat Gempa, Kapolda NTT Sumbang Donasi dan Beri Bansos
Fasilitas RSUD Ruteng Dipindahkan ke Rumah Sakit Lapangan Dekat Bandara
Pakai Mobil Polisi, Polres Sikka Fasilitasi Antar Pengungsi Pulang Kembali ke Rumah