Ratusan Warga dari Posko Pengungsian Maumere Kembali Dipulangkan
digtara.com -Pemulangan pengungsi bencana alam gempa bumi di Kabupaten Sikka memperlihatkan pergeseran besar dalam dinamika penanganan pasca bencana.
Baca Juga:
Pemulangan tersebut berlangsung sejak pukul 16.30 Wita dan baru berakhir sekitar pukul 21.00 Wita.
Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Satgas Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik memfasilitasi kepulangan para pengungsi menggunakan satu unit kendaraan truk milik Lanal Maumere.
Di tengah proses pemulangan itu, satu angka masih menjadi perhatian serius yakni 236 KK atau 837 jiwa masih bertahan di Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Maumere.
Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian pengungsi mulai kembali ke rumah, fase tanggap darurat belum sepenuhnya berakhir.
Baca Juga:Posko Gelora Samador masih menjadi ruang perlindungan bagi ratusan keluarga yang belum kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Pemulangan pengungsi pada hari ketiga ini bukanlah sebuah keputusan sepihak pemerintah. Kepulangan dilakukan berdasarkan permintaan mandiri dari para pengungsi, tanpa adanya paksaan dari Pemerintah Kabupaten Sikka.
Setiap pengungsi yang memilih kembali juga telah melampirkan surat pernyataan sebagai bentuk kesediaan untuk pulang dan menerima konsekuensi kepulangan, terutama karena masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sikka masih belum berakhir.
Dengan demikian, kepulangan 211 jiwa tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai berakhirnya situasi darurat.
Sebaliknya, kepulangan itu menjadi bagian dari proses transisi penanganan pengungsi, ketika sebagian warga mulai merasa siap kembali ke lingkungan tempat tinggalnya, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan perlindungan dan pelayanan di posko.
Di balik setiap keluarga yang meninggalkan posko, terdapat persoalan keamanan, kebutuhan pangan, kondisi rumah, kesiapan lingkungan, hingga kepastian bahwa mereka benar-benar dapat menjalani kehidupan secara layak setelah kembali.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sikka tidak hanya mengantar para pengungsi menuju tempat tinggal masing-masing. Setiap keluarga yang dipulangkan juga menerima satu paket bantuan sembako.
Paket tersebut berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, satu dos air mineral, minyak goreng 1 liter, satu kaleng sarden, satu kaleng kornet, susu 400 gram, biskuit Marie susu, biskuit Malkist abon, biskuit Roma kelapa, biskuit Sari Gandum, serta lima bungkus mi instan.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Cek Dapur Lapangan Polri dan Water Treatment di Posko Pengungsian Danga
Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Kesiapan Posko Pengungsian Korban Gempa di Nagekeo
Sakit di Tenda Darurat, Polisi Antar Bayi Sakit untuk Dapat Bantuan Medis
Terungkap Lansia Perempuan Yang Ditemukan Meninggal di Rote Ndao Ternyata Ditanduk Rusa
Tiba di Labuan Bajo, Presiden Prabowo Subianto Langsung Terbang ke Nagekeo