Tim Psikologi Jangkau Pulau Terluar di Manggarai Barat Beri Trauma Healing Bagu Korban Gempa
digtara.com -Upaya pemulihan pascabencana gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Flores terus dimaksimalkan hingga ke wilayah perairan dan kepulauan terluar Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Misi kemanusiaan lintas wilayah ini melibatkan Tim Psikologi Kepolisian Polda Jawa Tengah (BKO Polda NTT) yang berkolaborasi dengan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat serta Kepolisian Sektor (Polsek) Komodo.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa penanganan pascabencana alam tidak boleh berhenti pada pendataan kerugian fisik dan penyaluran logistik semata.
Menurutnya, pemulihan aspek kejiwaan warga yang mengalami trauma akibat guncangan gempa merupakan prioritas yang tidak kalah krusial.
"Kami menyadari betul bahwa trauma akibat guncangan gempa bermagnitudo 7,7 serta kekhawatiran akan timbulnya gempa susulan dirasakan sangat berat oleh saudara-saudara kita di kawasan kepulauan," kata AKBP Christian..
Baca Juga:Oleh karena itu, Polres Manggarai Barat berkolaborasi dengan Tim Psikologi Polda Jawa Tengah hadir secara langsung di Pulau Seraya Besar untuk memastikan pemulihan emosional warga, khususnya kelompok rentan seperti ibu-ibu dan anak-anak, berjalan optimal.
Kehadiran personel kepolisian di pulau-pulau kecil merupakan komitmen pelayanan publik yang inklusif dan tanpa sekat geografis.
"Polri hadir tidak hanya dalam pemeliharaan keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom di masa krisis. Wilayah pulau terluar tidak boleh merasa terisolasi dalam situasi darurat bencana. Seluruh sumber daya, mulai dari moda transportasi perairan Polairud hingga tenaga ahli psikologi kepolisian, kita gerakkan demi mengembalikan rasa aman dan ketenangan jiwa masyarakat pesisir," tegasnya.
Perjalanan tim pemulihan trauma dimulai pukul 09.40 WITA dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Menggunakan satu unit speedboat patroli dinas Sat Polairud Polres Manggarai Barat, rombongan membelah perairan Kepulauan Komodo selama kurang lebih satu jam hingga akhirnya tiba di Dermaga Pulau Seraya Besar pada pukul 10.40 WITA.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo, menyampaikan bahwa pengerahan armada laut dinas merupakan wujud kesiapsiagaan operasional kepolisian perairan dalam mendukung aksi kemanusiaan.
"Sebagai penanggung jawab wilayah perairan, kami memastikan mobilitas tim psikologi dan penyaluran bantuan dapat menjangkau pulau-pulau terpencil dengan cepat dan aman," ujar Kasat
"Pesisir dan kepulauan adalah prioritas kami agar warga di sini mendapatkan hak pelayanan psikologis yang sama seperti masyarakat di daratan utama," tambahnya.
Baca Juga:Sesi pendampingan psikologis dipimpin oleh Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah, Ipda Putri Agustina didampingi oleh Bamin Psikologi Briptu Bagoes H. K dan Briptu Narulita Dian H.
Gelak tawa anak-anak kembali terdengar ketika mereka diajak bermain serta mengikuti sesi motivasi untuk mengalihkan memori traumatis pascagempa.
"Kondisi psikologis anak-anak dan kaum ibu pascabencana sangat rentan terhadap post-traumatic stress," jelas Ipda Putri Agustina di sela-sela kegiatan.
"Kami menerapkan metode pemulihan yang menyenangkan bagi anak-anak agar memori ketakutan mereka tergantikan dengan emosi positif. Sementara bagi kaum ibu, kami berikan edukasi pengelolaan rasa cemas (anxiety management) serta pemahaman kesiapsiagaan mental saat menghadapi potensi guncangan susulan," paparnya.
Di lokasi yang sama, Kapolsek Komodo IPDA Adhar bersama Kanit Intelkam Aipda Anshary memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan imbauan kamtibmas serta literasi informasi agar warga tidak terpengaruh kabar bohong pascagempa.
Baca Juga:"Kami mengimbau masyarakat Pulau Seraya Besar agar tetap tenang, rasional, dan senantiasa menyaring informasi dari sumber resmi BPBD serta pemerintah. Jangan biarkan kabar yang belum pasti menambah kecemasan keluarga kita," imbau Ipda Adhar.
Apresiasi dan rasa haru disampaikan oleh Kepala Desa Seraya Meranu, Sutirman, atas respons cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat, Tim Psikologi, Sat Polairud, dan Polsek Komodo. Sejak gempa kemarin, anak-anak kami sering ketakutan. Kedatangan tim hari ini sangat menghibur dan memberi kami kekuatan mental untuk kembali beraktivitas dengan tenang," ungkap Sutirman.
13.935 Warga Korban Gempa Di Manggarai Ditampung Pada 45 Titik Pengungsian
Dua Gempa Susulan Guncang Manggarai, Kapolres Himbau Warga Jangan Panik Tapi Tetap Waspada
Mentan RI Kirim 6.800 Ton Beras Bagi Korban Gempa Flores
Jumlah Korban Gempa Flores Terus Bertambah Jadi 73 Orang, Tim SAR Gabungan Terus Lalukan Penyisiran
Tengah Malam Wakapolres Manggarai Barat Antar Bantuan Bagi Korban Gempa ke Wilayah Terisolir