Jumat, 02 Oktober 2026

Masyarakat TTU Pertanyakan Kelangkaan BBM Yang Berakibat Antrian di SPBU

Imanuel Lodja - Selasa, 18 Agustus 2026 10:15 WIB
Masyarakat TTU Pertanyakan Kelangkaan BBM Yang Berakibat Antrian di SPBU
net
Ilustrasi.
Ia menegaskan kalau masyarakat yang datang ke SPBU adalah konsumen. Mereka berhak memperoleh penjelasan yang terang ketika barang yang dibutuhkan tidak tersedia secara normal.

Baca Juga:

"Jangan masyarakat hanya disuruh antre. Mereka harus diberi informasi yang benar, jelas dan jujur tentang kondisi BBM," tegsnya.

Persoalan berikutnya adalah distribusi. Penyediaan dan pendistribusian BBM diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, yang telah mengalami perubahan.

Pengawasan distribusi BBM juga menjadi bagian dari kewenangan BPH Migas. Karena itu, alur distribusi BBM menuju Kefamenanu dijelaskan secara terbuka, dari sumber atau terminal, pengangkutan menggunakan mobil tangki, hingga BBM diterima tiga SPBU di Kota Kefamenanu.

Pertanyaan yang perlu dijawab, adalah apakah pengiriman dari sumber berjalan sesuai kuota, apakah terjadi keterlambatan, apakah volume pengiriman berubah, dan apakah ada kebijakan baru yang menyebabkan pasokan berkurang.

"Kalau dari terminal sudah dikirim sesuai kuota, tetapi di SPBU terjadi kekurangan, harus dijelaskan di mana masalahnya. Kalau sejak awal kuota dikurangi, juga harus dijelaskan dasar dan alasannya," tandasnya.

Baca Juga:

Dalam pengamatannya, hampir sebulan antrean panjang terjadi di tengah aktivitas masyarakat Kefamenanu.

Kondisi itu tidak boleh dianggap sebagai keadaan normal. pemerintah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan sekaligus kepastian mengenai kapan pasokan BBM kembali normal.

"Jangan sampai antrean panjang menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Masyarakat membutuhkan kepastian. Kami meminta tiga SPBU di Kota Kefamenanu dan pihak yang bertanggung jawab atas distribusinya menjelaskan kondisi kuota dan pasokan berdasarkan data," ujarnya.

Sikap transparansi akan menjawab satu pertanyaan utama yang kini berada di tengah masyarakat apakah Pertalite benar-benar langka karena pasokannya berkurang, atau ada persoalan lain dalam rantai distribusinya?

"Jawaban atas pertanyaan itu, tidak boleh berhenti pada pernyataan lisan. Masyarakat membutuhkan data," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru