Kabupaten Manggarai Jadi Prioritas Pemulihan Gempa
digtara.com -Wilayah Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah terparah akibat gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Baca Juga:
Jalur menuju Reo baru terbuka pada Minggu petang dan bantuan tenda bersama logistik baru masuk pada Minggu malam.
Para Menteri Kabinet Merah Putih Republik Indonesia tiba di Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA meninjau kondisi wilayah yang terdampak gempa bumi sekaligus memastikan penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Rombongan pemerintah pusat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto, Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Deputi IV Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansah, serta Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan Brigjen Arief Hidayat.
Kedatangan rombongan diterima Bupati Manggarai Heribertus G.L. Nabit, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, Dandim 1612/Manggarai Letkol Arh. Amos Comenius Silaban, Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Dr. Deddi Diliyanto, Ketua DPRD Manggarai Paul Peos, Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, serta pihak RSUD Ruteng.
Baca Juga:Rombongan bersama Forkopimda Kabupaten Manggarai meninjau kondisi bangunan RSUD Ruteng yang mengalami dampak akibat gempa bumi.
Selain melihat kerusakan fasilitas rumah sakit, rombongan juga mengecek kondisi pasien serta memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyerahkan 30 paket bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia kepada pasien terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno menyampaikan bahwa Kabupaten Manggarai menjadi salah satu prioritas dalam upaya pemulihan pascagempa.
Tiga WNA dan Satu Tour Guide Belum Muncul Usai Menyelam, SAR Gabungan Turunkan Tim
Walau Ada 62 Gempa Susulan di Sumba Barat Daya Namun Tidak Berpotensi Tsunami
Polres Sumba Barat Daya Bekuk Satu Pelaku Penyerangan Hingga Korban Meninggal Dunia
Diduga Pembagian Hasil Ritual Adat Masuk Rumah Tidak Merata, Warga Sumba Barat Daya Meregang Nyawa di Tangan Kerabatnya
Sumba Barat Daya Diguncang Gempa Magnitudo 6,1 Tidak Berpotensi Tsunami