Pemerintah dan Polri Percepat Penanganan Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di Flores
Baca Juga:
Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan.
Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari.
Dalam penanganan darurat, Polri memobilisasi personel tambahan guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan didukung sekitar 1.875 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan.
Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis dan distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut.
Baca Juga:Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere, sedangkan Posko Logistik Nasional berada di Halim Perdana Kusuma untuk memperkuat dukungan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Pada tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.
"Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar," kata Bayu.
Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder akan terus memperkuat operasi terpadu di wilayah terdampak.
Kabupaten Manggarai Jadi Prioritas Pemulihan Gempa
Jadi Wilayah Dengan Dampak Minim, Polres Ngada Beri Bansos dan Layanan Kesehatan
Sejumlah Wilayah Terisolir Pasca Gempa Flores Mulai Bisa Diakses
Bantuan Sosial Kapolda NTT Disalurkan Bagi Warga Berdampak Gempa di Kabupaten Ngada
Polri Kembali Kirim 3,4 Ton Bantuan Logistik dan Obat-obatan ke NTT