Jumat, 02 Oktober 2026

Pemerintah dan Polri Percepat Penanganan Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di Flores

Imanuel Lodja - Senin, 17 Agustus 2026 14:31 WIB
Pemerintah dan Polri Percepat Penanganan Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di Flores
ist
Rapat Koordinasi penanganan gempa digelar pada Minggu (16/8/2026)

digtara.com -Polri bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan sejumlah stakeholder memperkuat koordinasi dalam percepatan penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Koordinasi tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi bersama di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Rapat koordinasi dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta sejumlah pejabat terkait.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko Wakapolda NTT, Brigjen Pol Faizal, Pangdam IX/Udayana, jajaran Forkopimda, serta Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT, Kombes Pol Bayu Suseno.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan dampak gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer, dan menimbulkan guncangan hingga intensitas VII MMI di wilayah Aesesa dan Kota Mbay.

Baca Juga:
Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT, Kombes Pol Dr. Bayu Suseno mengatakan, Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat sinergi untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

"Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan," ujar Bayu.

Gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas kesehatan dan infrastruktur dasar.

Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan.

Dari 190 Puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ini Duduk Perkara Pembunuhan Berencana Yang Menyeret Lima Tersangka di Rote Ndao

Ini Duduk Perkara Pembunuhan Berencana Yang Menyeret Lima Tersangka di Rote Ndao

Karyawati Rumah Makan Meninggal Diduga Sakit Lambung

Karyawati Rumah Makan Meninggal Diduga Sakit Lambung

Semangat Nasionalisme, Polres Sumba Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Semangat Nasionalisme, Polres Sumba Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Diduga Jatuh dari Pohon Saat Ambil Pakan Ternak Kambing, Pria di Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia

Diduga Jatuh dari Pohon Saat Ambil Pakan Ternak Kambing, Pria di Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia

Pemilik Tidur, Sepeda Motor Milik Warga Sabu Raijua Terbakar

Pemilik Tidur, Sepeda Motor Milik Warga Sabu Raijua Terbakar

Kabupaten Kupang-NTT Dilanda Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Tidak Berpotwnai Tsunami

Kabupaten Kupang-NTT Dilanda Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Tidak Berpotwnai Tsunami

Komentar
Berita Terbaru