Aktivis Lingkungan dan Ormas Dukung Proses Hukum Bagi Pelaku Penganiayaan Satwa di Manggarai Barat
digtara.com -Dukungan publik dan apresiasi dari kalangan aktivis lingkungan hidup serta organisasi kemasyarakatan mengalir ke Markas Kepolisian Resor (Mako Polres) Manggarai Barat.
Baca Juga:
Berbagai papan bunga ucapan terima kasih tampak memenuhi halaman Mako Polres Manggarai Barat di Jalan Frans Lega, Labuan Bajo, pada Kamis (13/8/2026) pagi.
Apresiasi tersebut berasal dari sejumlah lembaga, mulai dari Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa (KOMPERKASA) hingga Animal Defenders Indonesia.
Aksi cepat, transparan, dan terukur jajaran kepolisian di bawah kepemimpinan Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang dinilai berhasil mengembalikan rasa keadilan publik sekaligus menegaskan komitmen penegakan hukum di wilayah hukum Kabupaten Manggarai Barat.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa jajarannya mengambil sikap tegas tanpa kompromi terhadap segala bentuk kejahatan lingkungan maupun kekejaman terhadap makhluk hidup.
Baca Juga:"Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polres Manggarai Barat, tidak memberikan ruang toleransi sedikitpun terhadap segala bentuk penyiksaan dan kekejaman terhadap satwa liar," tegas Kapolres pada Kamis malam.
Penyiksaan terhadap satwa bukan sekedar persoalan pelanggaran hukum biasa, melainkan juga degradasi moral yang meresahkan masyarakat luas.
"Aksi keji ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai kemanusiaan dan memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Begitu video tersebut terdeteksi oleh Unit Patroli Siber Seksi Humas dan Satreskrim, saya perintahkan Tim URC Resmob Komodo bergerak cepat ke lapangan untuk mengidentifikasi pelaku dan menegakkan hukum secara transparan serta akuntabel," lanjutnya.
Mengenai apresiasi karangan bunga yang membanjiri markasnya, AKBP Christian menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sinergi masyarakat dan media yang terus mengawasi kinerja kepolisian.
"Apresiasi dan dukungan moral berupa papan bunga dari masyarakat, KOMPERKASA, serta Animal Defenders Indonesia merupakan dorongan besar bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga kepercayaan masyarakat (public trust). Ini membuktikan bahwa sinergi antara kepolisian, aktivis, dan masyarakat adalah kunci utama terciptanya ketertiban umum dan penegakan keadilan," ungkap Kapolres.
Tiga pria yang kini telah berstatus tersangka dan ditahan di Mako Polres Manggarai Barat masing-masing berinisial GJ (30) – Pelaku utama pemukulan satwa menggunakan kayu. VJ (25) – Pelaku yang memegang satwa dan melakukan pembakaran dan SB (41) – Perekam aksi sekaligus pemilik akun media sosial yang mengunggah rekaman.
Peristiwa bermula saat GJ melihat seekor burung hantu hinggap di tiang dapur rumah milik SB. Berdalih kepercayaan mitos lokal serta dorongan sengaja mencari perhatian di media sosial, GJ memanggil VJ dan SB.
Dalam aksi brutal tersebut, VJ memegang erat kedua sayap burung hantu, sementara GJ mengayunkan sebatang kayu memukul kepala satwa tersebut secara berulang kali hingga tidak berdaya.
Baca Juga:
Pernah Tipu Dan Gelapkan Uang Wisatawan, Agen Wisata di Manggarai Barat Kembali Berulah Korbankan Enam WNA
Sakit Hati Sering Direndahkan Jadi Alasan Siswa SMK Pelayaran Lasiana Tikam Gurunya
Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang
Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi
Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan