Warga di Sumba Barat Daya Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa
digtara.com -Aplianus Pati Kedu (27), warga Desa Rada Mata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya jatuh dari pohon kelapa saat memetik kelapa pada Rabu (5/8/2026) petang.
Baca Juga:
Korban yang selama ini menderita sakit epilepsi memanjat pohon kelapa setinggi 15 meter tanpa alat bantu dan tanpa sepengetahuan orang lain.
Semula korban datang Handabata, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya untuk menonton pertandingan sepak bola Camat Kodi Utara Cup di kantor camat Kori.
Korban datang bersama saudara sepupunya Antonius Mone Bombo (39) bersama istri Antonius, Martina Walu Hari (29) dan ibu dari Antonius, Yosefina Rame (57).
Korban dan para kerabatnya ini datang dari Desa Radamata untuk menonton pertandingan tersebut.
Baca Juga:Ketika mereka tiba di lapangan pertandingan, kegiatan belum dimulai sehingga Antonius mengantar istri, ibu dan korban ke rumah kerabat di Handabata, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara untuk istirahat sejenak sambil menunggu jam bertanding.
Sementara Antonius langsung kembali ke lapangan di Kantor Camat untuk persiapan pertandingan.
Korban pun beristirahat di rumah Mateus Sari di Handabata. Saat itu Martina Walu Hari dan Yosefina Rame memilih duduk bercerita bersama keluarga di rumah tersebut.
Tanpa sepengetahuan mereka, korban ternyata memanjat pohon kelapa yang berada beberapa meter dari rumah.
Selang beberapa saat, warga yang ada dalam rumah mendengar suara aneh dari samping rumah seperti ada yang jatuh dari pohon dan ada yg berteriak bahwa ada orang yang jatuh dari pohon kelapa di samping rumah.
Kemudian warga dan keluarga langsung mendekati korban dan berusaha untuk membangunkan korban serta memastikan kondisi korban sambil menghubungi Antonius yang pada saat itu berada di lapangan pertandingan.
Antonius kemudian memutuskan untuk membawa korban ke Puskesmas Kori untuk mendapatkan perawatan medis dengan menggunakan mobil.
Setelah sempat dilakukan tindakan medis oleh petugas Puskesmas Kori, 10 menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka pada dahi, paha kaki kiri dan betis.
Baca Juga:Keluarga korban ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta murni karena takdir dan langsung membawa korban ke rumah duka di Kampung Wola, Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Diperoleh informasi kalau korban memanjat pohon kelapa karena keinginan sendiri dan lalai sehingga tidak menggunakan tangga maupun alat bantu lainnya.
Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan serta penolakan dilakukan otopsi terhadap korban.
Aparat kepolisian yang datang ke lokasi kejadian sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti seperti baju kaos dan celana pendek berbahan kain milik korban.
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam membenarkan kejadian ini.
"Sudah ditangani polisi namun keluarga ikhlas menerima kematian korban sehingga menolak otopsi," ujar Kasat pada Kamis (6/8/20206).
Baca Juga:
Warga Kuaklalo-Kupang Saling Bacok Gara-gara Penutupan Ruas Jalan
Bawa Serbuk Emas Hasil dari Sungai Praiwangga-Sumba Timur, Pria di Sumba Timur Diamankan Polisi
Berbelanja Sambil Mempertontonkan Alat Kelamin, Pria di Kupang Diamankan Polisi
Pria di Sumba Timur Diamankan Polisi Karena Aniaya Anak
Aniaya Rekan Hingga Tewas, Satu Pelaku Di Sumba Barat Daya Diamankan Polisi Dan Satu Masih Kabur