Pergi dari Rumah Karena Masalah Hutang, IRT di Sikka Tinggalkan Sepucuk Surat
digtara.com -Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pergi meninggalkan rumah sehingga menyisakan tanda tanya sekaligus keprihatinan mendalam bagi keluarga.
Baca Juga:
Namun, sebelum meninggalkan rumah, Lusia menuliskan sepucuk surat yang kemudian menjadi petunjuk paling penting dalam penyelidikan kepolisian.
Surat tersebut mengisyaratkan bahwa dirinya pergi bukan karena persoalan rumah tangga ataupun orang lain, melainkan karena tekanan keadaan yang diduga berkaitan dengan persoalan ekonomi keluarga.
Kasus ini kini ditangani Polsek Kewapante setelah suami korban, Yohanes Don Bosko Kardianus, secara resmi melaporkan peristiwa tersebut sebagai laporan orang hilang.
Laporan ini tertuang dalam laporan nomor L/GANGGUAN/B/14/VIII/2026/SPKT/POLSEK KEWAPANTE/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, tanggal 4 Agustus 2026.
Baca Juga:Hasil penyelidikan awal dipimpin Kapolsek Kewapante, Iptu Chairil Syafar bersama Kanit Intelkam dan personel piket, diperoleh rangkaian fakta yang menggambarkan detik-detik sebelum Lusia menghilang.
Minggu, 2 Agustus 2026 malam, kehidupan keluarga itu berjalan sebagaimana biasanya.
Sekitar pukul 19.00 WITA mereka masih sempat makan malam bersama. Menjelang malam, Lusia bahkan masih memperhatikan anak-anaknya.
Menurut keterangan putri sulungnya, Makrina Densiana Nirang, sebelum tidur sang ibu sempat mengatakan akan mengobati adiknya yang mengeluh sakit di bagian pinggang.
Sekitar pukul 22.00 WITA seluruh anggota keluarga beristirahat. Yohanes tidur di kamar sebelah kiri bersama anak bungsunya, sementara Lusia berada di kamar sebelah kanan bersama tiga anak lainnya.
Senin pagi sekitar pukul 06.00 WITA, suasana berubah drastis. Yohanes tidak lagi menemukan istrinya di dalam rumah.
Awalnya ia mengira Lusia pergi ke kebun seperti biasanya. Dugaan itu diperkuat oleh jawaban anaknya yang menyebut sang ibu kemungkinan sedang mencabut ubi kayu.
Yohanes menuju kebun. Akan tetapi, Lusia tidak berada di sana. Pencarian pun dilakukan secara bertahap ke sejumlah lokasi.
Mulai dari kebun-kebun sekitar rumah, kediaman keluarga di Maget Legar, hingga rumah adik korban di Hewokloang. Semua upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Baca Juga:Saat kembali ke rumah, keluarga menemukan fakta lain yang semakin menguatkan dugaan bahwa kepergian Lusia telah direncanakan.
Korban membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), buku pinjaman Koperasi Pintu Air, tas tangan warna hitam, serta sebuah telepon genggam Nokia sederhana.
IRT di Sumba Tengah Terlibat Kasus Pembunuhan
Bertengkar Masalah Sertifikat Tanah, IRT di Malaka Tewas Ditebas Dengan Parang Dihadapan Anaknya
Tersesat di Gunung Egon, Dua Pendaki Ditemukan Selamat
Upaya Bunuh Diri Sempat Digagalkan Kerabat, Pria di Kabupaten Sikka Ditemukan Tewas Dalam Kamar
KM Rangganis Mati Mesin, Tim SAR Gabungan Evakuasi Para Penumpang