Warga di Kabupaten TTS Tewas Tersengat Aliran Listrik
digtara.com -Syukur Kase (31) meninggal dunia pasca terkena aliran listrik pada Senin (3/8/2026).
Baca Juga:
Syukur mengalami peristiwa ini saat memperbaiki jaringan dan memasang plang di bangunan milik Armansya Marsuki di Taehue, Desa. Mnelaanen, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS.
Pada Senin pagi, korban bersama kerabatnya Abdullah Kase dan tiga rekannya sedang mengerjakan pemasangan les plang rumah milik Armansya Marsuki.
Mereka memasang plang di atap rumah. Saat itu terminal listrik yang digunakan rusak sehingga korban berinisiatif untuk membongkar dan memperbaiki terminal listrik tersebut.
Abdullah dan satu rekannya turun dari atap bangunan untuk mengambil les plang di bawah dan mengambil obeng.
Baca Juga:Rekan korban kemudian memberikan obeng kepada korban untuk perbaikan terminal listrik.
Namun satu rekan korban yang bersama korban di atas atap bangunan melihat korban terkena aliran listrik sehingga meminta agar aliran listrik dimatikan.
Rekan korban yang masih berada dibawah kemudian mencabut colokan terminal.
Korban pun ditemukan terbaring di atas atap seng dan sudah meninggal.
Korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Oe'ekam. Petugas medis, dr. Agnes Dua Nurak sempat memeriksa dan memastikan bahwa korban sudah meninggal sebelum korban tiba di Puskesmas Oe'ekam.
Diduga korban mengalami henti jantung saat terkena aliran listrik.
Kapolsek Amanuban Timur, Ipda Thomas A. Lagho meminta bantuan aparat Identifikasi dan penyidik Satreskrim Polres TTS melakukan olah TKP pada Senin petang.
Polisi mengamankan barang bukti kabel sepanjang 30 meter beserta terminal tiga lubang warna putih.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban hendak memperbaiki terminal listrik sehingga korban sempat membongkar terminal dengan tiga lubang colokan.
Baca Juga:Namun korban lalai bahwa terminal tersebut masih mengalir aliran listrik karena colokan terminal tersebut masih tersambung pada stop kontak yang ada di bagian bawah.
Pada saat korban membuka terminal lalu memegang salah satu kabel pada terminal, korban langsung terkena strum hingga korban terpental membuang terminal dan kabel yang masih ada aliran listrik jatuh di seng.
Setelah korban diturunkan, Abdullah sempat melumuri korban dengan lumpur selanjutnya korban dibawa ke UPT Puskesmas Oe'ekam namun setelah dilakukan tindakan meris, korban sudah meninggal dunia.
Keluarga menerima kematian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi/bedah mayat.
Keluarga juga tidak bersedia memproses kejadian tersebut ke jalur hukum.
Baca Juga:
Dukung Percepatan Penetapan Hutan Adat di NTT, Polda NTT Dorong Sinergi Pengelolaan Kamtibmas
Pasca Dua Siswi Tenggelam Dalam Bak Penampungan, Polisi dan Warga Desa Sainoni-TTU Pagari Area Cekdam
Rumah Kontrol Daya PLTS di Kabupaten Ngada Terbakar, Ratusan KK Tidak Nikmati Listrik
Tiga Tersangka Untuk Dua Kasus Pencurian Dilimpahkan Polsek Maulafa ke Kejaksaan
Warga Naioni-Kota Kupang Temukan Kerangka Diduga Tulang Manusia