Tumpahan Minyak Cemari Perairan Semau, Direktur Polairud Polda NTT Terjunkan Tim
digtara.com -Tumpahan minyak terjadi di perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, yang diduga berasal dari proses pengangkatan bangkai kapal KM Kuala Emas.
Baca Juga:
Insiden tersebut terjadi saat proses pengangkatan bangkai kapal KM Kuala Emas oleh konsorsium pelaksana pekerjaan bawah air menggunakan Crane Barge Hong Bang 6.
Sebelumnya, proses pemotongan pada beberapa bagian kapal telah dilakukan tanpa ditemukan indikasi kebocoran.
Namun, pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 12.05 WITA, saat dilakukan pemotongan pada bagian lambung kiri kapal di area antara Palka 2 dan Palka 3, terjadi kebocoran yang mengakibatkan keluarnya minyak yang diduga merupakan Marine Fuel Oil (MFO).
Lokasi kebocoran tersebut berada di luar perkiraan teknis karena area yang dipotong sebelumnya diperkirakan merupakan tangki balas kapal yang tidak dilalui jalur bahan bakar.
Baca Juga:Pihak pelaksana proyek bersama instansi terkait segera melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah penyebaran pencemaran yang lebih luas.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT pun memantau dan melakukan koordinasi penanganan
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution telah menerjunkan tim untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) setelah menerima informasi adanya pencemaran laut di wilayah tersebut.
"Begitu menerima informasi terkait dugaan pencemaran laut, personel Ditpolairud langsung melakukan pengecekan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan sumber kejadian, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penanganan yang harus segera dilakukan," ujar Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution pada Sabtu (1/8/2026).
Ia menyebut bahwa prioritas utama saat ini adalah mengendalikan dan membersihkan tumpahan minyak agar tidak berdampak lebih jauh terhadap lingkungan laut, aktivitas masyarakat pesisir, maupun ekosistem yang ada di wilayah Semau.
Selain itu dilakukan pemasangan oil boom, penggunaan oil absorbent pads, penyemprotan oil dispersant, serta penyedotan minyak yang terperangkap di sekitar lokasi kejadian.
Hingga saat ini, sekitar lima hingga enam ton tumpahan minyak telah berhasil diamankan dari area terdampak.
Kapolda NTT Disambut Penyerahan Petisi dari Warga Saat Kunjungan ke Sabu Raijua
Potong Pohon Lontar, Petani di Lembata-NTT Malah Tewas Tertimpa Pohon Kelapa
ODGJ di Alak-Kupang Ancam Warga dan Pukul Ayah Kandung
Kabupaten Manggarai Kembali Diguncang Gempa, Masyarakat Diminta Tetap Siaga
Bupati Sumba Barat Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Kejahatan