KPK Mengajar Hadir di Kupang Bangun Generasi Antikorupsi dari Ruang Kelas
digtara.com -Upaya pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga dimulai dari ruang-ruang kelas.
Baca Juga:
Kali ini, aksi tersebut digelar di SD Negeri Batu Esa, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA), program KPK yang memperluas jangkauan edukasi dan kampanye antikorupsi hingga ke berbagai daerah, termasuk satuan pendidikan di wilayah terluar.
Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak, KPK mengajak para siswa memahami bahwa kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keberanian merupakan nilai-nilai yang harus dibangun sejak bangku sekolah.
Pendidikan antikorupsi dipandang bukan sekadar mengenalkan bahaya korupsi, melainkan membentuk kebiasaan berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya integritas.
Melalui KPK Mengajar, KPK berinteraksi secara langsung dengan kepala sekolah, guru, dan para siswa untuk mengenalkan nilai-nilai integritas dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.
"Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat integritas anak Indonesia yang dimulai dari pengetahuan dan kesadaran untuk menjadi anak yang jujur. Kami mengenalkan nilai kejujuran, keberanian, kesederhanaan, dan kedisiplinan dengan cara yang menyenangkan," ujar Amir.
Selama kegiatan berlangsung, siswa kelas I hingga kelas VI dikenalkan pada sembilan nilai integritas sebagai fondasi karakter antikorupsi.
Materi disampaikan melalui pendekatan edutainment, seperti permainan edukatif, senam bersama, dan berbagai aktivitas interaktif yang mendorong partisipasi aktif siswa sehingga pesan integritas lebih mudah dipahami dan diingat.
Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu menjadi bagian dari pembiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
"Harapannya, nilai-nilai yang diperkenalkan hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memahami berbagai tantangan yang dihadapi satuan pendidikan di daerah dalam mendukung proses belajar mengajar dan pembentukan karakter peserta didik.
KPK memandang pendidikan antikorupsi akan semakin efektif apabila didukung oleh lingkungan belajar yang aman, layak, dan kondusif.
Oleh karena itu, penguatan karakter membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, hingga sektor swasta.
Dalam pelaksanaan KPK Mengajar di SD Negeri Batu Esa, KPK juga berkolaborasi dengan Bank Mandiri Cabang Kupang yang memberikan dukungan berupa hadiah bagi para siswa.
Baca Juga:Dukungan tersebut diharapkan semakin meningkatkan semangat dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui program KPK Mengajar dan JNBA, KPK terus memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari strategi pencegahan korupsi yang berkelanjutan.
Dengan menanamkan nilai-nilai integritas sejak usia dini dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, KPK mendorong lahirnya generasi Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki daya tahan terhadap praktik korupsi.
Polisi Pastikan Mantan Panitera PN Kupang Meninggal Wajar Karena Serangan Jantung
Mantan Panitera di Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Kos
Kasus Pembunuhan di Alak-Kupang Direkonstruksi
Hari Anak Nasional di Kupang, 23 Anak di LPKA Kelas I Kupang Dapat Pengurangan Masa Pidana
Kabur Hampir Satu Bulan, Residivis Pelaku Penikaman Dibekuk Jatanras Polresta Kupang Kota