Polisi Kembali Periksa Dua Adik Almarhumah Dokter Icha
digtara.com -Penyidik Ditres PPA dan PPO Polda NTT secara maraton memeriksa saksi-saksi terkait dugaan intimidasi dan kematian dokter Icha.
Baca Juga:
Pada Minggu (12/7/2026) petang, penyidik kembali meminta keterangan dari dua adik dr. Icha, Tiara Pakaenoni dan Elyn Pakaenoni.
Keduanya diperiksa di ruang Subdit Perempuan Ditres PPA dan PPO Polda NTT sejak pukul 16.50 Wita.
Selama pemeriksaan, Tiara dan Elyn Pakaenoni didampingi ibunya, Nur Azizah dan dua kuasa hukum. Cony Tiluata dan Arif Rachma dari kantor Hukum Victor Emanuel Manbait & Rekan.
Penasehat hukum keluarga dr. Icha, Victor Emanuel Manbait membenarkan pemeriksaan ini.
"(Materi pemeriksaan) seputar dugaan pemaksaan dan intimidasi atas dokter Icha tanggal 13 Juni 2026 yang mereka dengar dan akibat terhadap dokter Icha yang mereka lihat dan ketahui," ujar Victor pada Minggu petang.
Baca Juga:
Pada Jumat (10/7/2026) lalu, penyidik Ditres PPA dan PPO Polda NTT memeriksa sejumlah anggota keluarga dan orang terdekat almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha).
Ayah dr. Icha, Gabriel Pakaenoni, ibu korban Nur Azizah, serta kekasih dr. Icha, Inyo Banu, hadir memenuhi panggilan penyidik.
Mereka didampingi tim kuasa hukum yang terdiri atas Viktor Manbait, Cony Tiluata, dan Arif Rachman.
Penyidik mulai meminta keterangan sejak pukul 10.00 WITA hingga sekitar pukul 16.50 WITA dengan total 28 pertanyaan yang diajukan kepada para saksi.
"Kurang lebih hampir tujuh jam pemeriksaan berlangsung dengan 28 pertanyaan," kata Viktor kepada wartawan.
Menurutnya, fokus pemeriksaan masih berkaitan dengan dugaan intimidasi yang disebut terjadi saat dr. Icha bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada 13 Juni 2026.
Penyidik juga menggali kondisi psikologis dan kesehatan dr. Icha setelah insiden tersebut berdasarkan keterangan orang tua dan kekasih korban.
"Semua pertanyaan berkaitan dengan dugaan intimidasi yang terjadi di ruang IGD serta kondisi almarhumah setelah kejadian itu," ujar Viktor.
Baca Juga:
Pelajar di Kota Kupang Diajak Jadi Generasi Cerdas dan Jauh Dari Tindak Pidana
Tersangka Tiga Anggota DPRD TTU Ajukan Saksi Menguntungkan dan Ahli Dalam Kasus Dokter Icha
Dua Pekan Bantu Masyarakat Terdampak Gempa Flores, Personil BKO Mabes Polri Kembali Ke Kesatuannya
Diperiksa Hingga Malam Hari, Tiga Anggota DPRD TTU Tidak Ditahan
Polres Manggarai Barat dan Ditpolairud Polda NTT Salurkan 2,5 Ton Logistik Bagi Korban Gempa Lewat Jalur Laut
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor
Imigrasi Sumut Perkuat Reformasi Birokrasi, Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Publik
Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Bandara Kualanamu Sempat Dinonaktifkan
Dituding Pungli Ijazah, Kepsek SDN 054886 Simpang Yon Linud 100 Langkat Beri Klarifikasi: Pemberitaan Tidak Benar
Pelajar di Kota Kupang Diajak Jadi Generasi Cerdas dan Jauh Dari Tindak Pidana
Polri Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Sukun-Sikka
Lagi, Dua Tersangka Kasus BBM di Rote Ndao Dilimpahkan ke Kejaksaan
Serang Cafe dan Sejumlah Pengunjung Terluka, 10 Pemuda di Sumba Barat Daya Ditahan Polisi