Senin, 24 Agustus 2026

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Imanuel Lodja - Jumat, 10 Juli 2026 09:10 WIB
Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU
ist
Dokter dan Nakes saat menggelar aksi di depan gedung DPRD NTT

digtara.com -Dokter, tenaga kesehatan (nakes), hingga mahasiswa kedokteran menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (9/7/2026) petang.

Baca Juga:

Ratusan peserta aksi ini mendesak tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dipecat karena diduga mengintimidasi almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha.

Aksi yang digelar Koalisi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan NTT Bersatu itu dipenuhi peserta yang mengenakan jas dokter dan almamater kampus.

Koalisi Nakes NTT merupakan gabungan berbagai organisasi profesi, antara lain IDI Wilayah NTT, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Wilayah NTT, organisasi profesi perawat, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) NTT, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) NTT, serta Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI) NTT.

Aksi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan mengheningkan cipta sebagai penghormatan kepada almarhumah Dokter Icha yang semasa hidupnya mengabdikan diri melayani masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara.

Bagi Koalisi Nakes NTT, perjuangan mereka tidak berhenti pada satu aksi damai. Mereka menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas sekaligus mendesak negara menghadirkan perlindungan nyata bagi seluruh tenaga kesehatan agar tidak ada lagi dokter, perawat, bidan maupun tenaga medis lainnya yang menjadi korban intimidasi saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Baca Juga:
Mereka membawa spanduk dan sound sistem untuk berorasi sambil membacakan puisi sebagai bentuk solidaritas untuk dr. Icha.

Tiga anggota DPRD TTU yang menjadi sorotan masing-masing Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDI Perjuangan).

Ketiganya diduga mengintimidasi dr. Icha saat bertugas di rumah sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu.

Dokter muda itu kemudian ditemukan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 di rumahnya di RSS Baumata, Kabupaten Kupang.

Dalam dialog dengan perwakilan DPRD NTT, massa memberi tenggat waktu satu minggu kepada partai politik untuk mengambil sikap tegas terhadap ketiga legislator tersebut.

"Satu minggu kami tunggu harus sudah ada pernyataan resmi. Semua sepakat?" seru perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang langsung disambut teriakan setuju dari peserta aksi.

Ketua IDI Kota Kupang, dr. Marlion A. Elim, menegaskan koalisi akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.

"Kami harapkan ini dapat ditindaklanjuti dalam waktu sesingkat-singkatnya supaya kami tidak datang dengan massa yang lebih besar lagi," katanya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pria di Kabupaten TTS Ditangkap Polisi Karena Gadaikan Gelang Emas Temuan

Pria di Kabupaten TTS Ditangkap Polisi Karena Gadaikan Gelang Emas Temuan

Lagi, Satlantas Polresta Kupang Kota Amankan Sepeda Motor Terlibat Balapan Liar

Lagi, Satlantas Polresta Kupang Kota Amankan Sepeda Motor Terlibat Balapan Liar

Pria Pamer Alat Kelamin si Arena Pameran Diamankan Polisi

Pria Pamer Alat Kelamin si Arena Pameran Diamankan Polisi

Umat Muslim Polresta Kupang Kota Doakan Korban Gempa Flores

Umat Muslim Polresta Kupang Kota Doakan Korban Gempa Flores

Pohon Tumbang di Depan Sekolah di Kupang Nyaris 'Makan Korban'

Pohon Tumbang di Depan Sekolah di Kupang Nyaris 'Makan Korban'

Jatanras Polresta Kupang Kota Ungkap Kasus Curanmor, Amankan Lima Pelaku

Jatanras Polresta Kupang Kota Ungkap Kasus Curanmor, Amankan Lima Pelaku

Komentar
Berita Terbaru