Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU
digtara.com -Dokter, tenaga kesehatan (nakes), hingga mahasiswa kedokteran menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (9/7/2026) petang.
Baca Juga:
- Tidak Bisa Bayar Ganti Rugi, Tersangka Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Siap Jalani Proses Hukum
- Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang
- Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi
Aksi yang digelar Koalisi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan NTT Bersatu itu dipenuhi peserta yang mengenakan jas dokter dan almamater kampus.
Koalisi Nakes NTT merupakan gabungan berbagai organisasi profesi, antara lain IDI Wilayah NTT, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Wilayah NTT, organisasi profesi perawat, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) NTT, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) NTT, serta Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI) NTT.
Aksi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan mengheningkan cipta sebagai penghormatan kepada almarhumah Dokter Icha yang semasa hidupnya mengabdikan diri melayani masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara.
Bagi Koalisi Nakes NTT, perjuangan mereka tidak berhenti pada satu aksi damai. Mereka menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas sekaligus mendesak negara menghadirkan perlindungan nyata bagi seluruh tenaga kesehatan agar tidak ada lagi dokter, perawat, bidan maupun tenaga medis lainnya yang menjadi korban intimidasi saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Baca Juga:Mereka membawa spanduk dan sound sistem untuk berorasi sambil membacakan puisi sebagai bentuk solidaritas untuk dr. Icha.
Tiga anggota DPRD TTU yang menjadi sorotan masing-masing Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDI Perjuangan).
Ketiganya diduga mengintimidasi dr. Icha saat bertugas di rumah sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu.
Dokter muda itu kemudian ditemukan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 di rumahnya di RSS Baumata, Kabupaten Kupang.
Dalam dialog dengan perwakilan DPRD NTT, massa memberi tenggat waktu satu minggu kepada partai politik untuk mengambil sikap tegas terhadap ketiga legislator tersebut.
Ketua IDI Kota Kupang, dr. Marlion A. Elim, menegaskan koalisi akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.
"Kami harapkan ini dapat ditindaklanjuti dalam waktu sesingkat-singkatnya supaya kami tidak datang dengan massa yang lebih besar lagi," katanya.
Tidak Bisa Bayar Ganti Rugi, Tersangka Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Siap Jalani Proses Hukum
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang
Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Sejumlah Gudang di Alak
Ditolak Dampingi Ayah Dokter Icha, Penasehat Hukum Minta Penjelasan Tertulis BK DPRD TTU