Gadis Disabilitas di Kupang Hamil, Diduga Disetubuhi Sejumlah Pria
digtara.com -AS (21), seorang gadis disabilitas di Kota Kupang, NTT diduga dicabuli dan disetubuhi beberapa pria.
Baca Juga:
Sehari-hari YL berjualan sayur keliling. Sementara suaminya merupakan sopir sehingga keduanya jarang berada di rumab dan hanya ada korban seorang diri di rumah.
Korban diduga disetubuhi beberapa pria di tempat dan waktu yang berbeda.
Saat ini korban hamil dengan usia janin dalam kandungan 13 minggu atau tiga bulan.
Korban selain memiliki keterbelakangan mental, juga tidak bisa berbahasa Indonesia.
Baca Juga:Ia hanya bisa menggunakan bahasa Timor namun juga tidak jelas. Perkataan korban hanya bisa dipahami oleh YL.
Diduga saat YL dan suami tidak berada di rumah sehingga korban keluar rumah.
Saat itu lah korban bertemu pelaku di luar rumah dan di hutan dan menyetubuhinya.
Ada pula pelaku yang mendatangi korban di rumah saat korban ditinggal sendirian.
"Korban dalam pengakuannya tahu nama, kenal pelaku dan lokasi kejadian (rumah dan hutan), tapi keterangan korban sering berubah-ubah," ujar Kapolsek Alak, AKP I Ketut Setiyasa didampingi Kanit Reskrim, Ipda Frengky Patola dan penyidik di Polsek Alak, Selasa (30/6/2026).
"Saat itu ada satu warga (pemulung) yang memberi bahasa isyarat memanggil dan seolah-olah mengajak korban. Korban ikut ke hutan dan saat itu lah dilihat warga. Namun saat itu mereka sedang berdiri berhadapan," urai Kapolsek.
Saat diperiksa, pria yang diduga pelaku berdalih kalau korban mengikutinya ke hutan karena meminta uang.
Dalam pengakuan saat diperiksa penyidik di Polsek Alak, korban yang didampingi kerabatnya, YL mengaku ada beberapa pelaku.
"Sesuai pengakuan korban dalam bahasa yang diterjemahkan kerabatnya, korban mengaku ada beberapa terduga pelaku. Kita masih mengintensifkan penyelidikan," ujar Kapolsek.
Baca Juga:Korban juga mengaku bertemu seorang pria saat jalan menuju rumah.
Ketika sampai di dekat lahan kosong, korban bertemu dengan terduga pelaku yang memberinya segelas minuman ale-ale.
Usai melakukan aksinya, terduga pelaku pergi meninggalkan korban
"Semua keterangan korban kita himpun. Ada juga dugaan kalau terduga pelaku adalah pemulung," ujar Kapolsek.
Penyidik juga sangat berhati-hati menangani perkara ini karena keterangan korban berubah-ubah karena korban tidak pernah sekolah dan tidak bisa berbahasa Indonesia.
Orang tua korban sendiri tinggal di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Baca Juga:Sejak kecil korban tinggal dengan kerabatnya di Kelurahan Penkase Oeleta, Kota Kupang.
Penyidik Polsek Alak sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk meminta keterangan korban didampingi kerabat dan petugas sosial.
Jadi Tersangka, Paman-Ayah dan Kakak Kandung Gadis Piatu di Alor Ditahan Polisi
Mantan Kapolres Kupang Jadi Direktur Reskrimsus Polda NTT
Pengunjung B&B Kupang Dianiaya Hingga Mata Lebam
Warga Kota Kupang Kehilangan Sepeda Motor di Parkiran Rumah Sakit, Polisi Amankan Pelaku
Nelayan Di Kupang Ditangkap Polisi Pasca Mencuri Kompresor Tambal Ban