Senin, 22 Juni 2026

Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter

Imanuel Lodja - Senin, 22 Juni 2026 05:45 WIB
Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter
net
Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter
"Penjelasan ini yang kami butuhkan. Supaya kami tidak panik," ujarnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Norbertus Tubani menjelaskan, mereka tidak pernah mengintimidasi dokter.

Mereka hanya meminta penjelasan soal langkah penanganan dan hasil pemeriksaan terhadap pasien.

Namun, saat itu dokter Icha hanya menjelaskan bahwa, penanganan dilakukan sesuai SOP dan tidak memberikan penjelasan soal hasil pemeriksaan darah pasien.

Kendati demikian, ujar Norbertus, setelah menerima penjelasan dari dokter Nur, mereka kemudian menyampaikan terima kasih atas penjelasan tersebut di hadapan Direktris RSU Leona, fokter Nur dan dokter Icha.

Sebelum pulang mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada direktris RSU Leona, dokter dan dokter Icha semua tenaga medis yang berada di IGD.

Baca Juga:
Dokter Icha, salah satu dokter di rumah sakit Leona Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT mengalami intimidasi hingga trauma.

Ia diintimidasi dua oknum anggota DPRD Kabupaten TTU saat menangani pasien.

Trauma dan tekanan psikis yang dialami sampai menyebabkan dokter Icha jatuh sakit dan harus menjalani perawatan intensif.

Viktor E. Manbait, salah satu kerabat korban membenarkan kejadian ini.

Ia pun membeberkan kronologi dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha.

Viktor Manbait menjelaslan kalau pada Sabtu, 13 Juni 2026, ada seorang pasien anak korban gigitan ular dibawa keluarganya ke IGD RS Leona Kefamenanu untuk mendapatkan penanganan medis.

Pasien anak dirujuk dari RSUD Kefamenanu dan langsung ditangani oleh dr. Icha yang saat itu bertugas sebagai dokter jaga.

"Dalam memberikan pelayanan, dr. Icha melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan konsultasi medis dengan dokter ahli sesuai SOP, pasien belum direkomendasikan untuk diberikan vaksin tertentu.

Selain itu, RS Leona tidak memiliki stok vaksin yang diminta keluarga pasien.

Baca Juga:
Dokter Icha menjelaskan kondisi tersebut kepada keluarga pasien.

Namun, keluarga pasien tidak menerima penjelasan yang diberikan dan meminta agar pasien segera diberikan vaksin.

Dalam situasi tersebut, salah seorang anggota keluarga pasien berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha dan mengaku sebagai anggota DPRD Kabupaten TTU.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lansia di Kabupaten TTU Tebas Anaknya dengan Parang

Lansia di Kabupaten TTU Tebas Anaknya dengan Parang

Tangani Dugaan Korupsi Dana Desa, Penyidik Polres TTU Temukan Penyelewengan Ratusan Juta Rupiah

Tangani Dugaan Korupsi Dana Desa, Penyidik Polres TTU Temukan Penyelewengan Ratusan Juta Rupiah

Pelajar Kelas I SMP di Kabupaten TTS Tenggelam dan Meninggal Dunia

Pelajar Kelas I SMP di Kabupaten TTS Tenggelam dan Meninggal Dunia

Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa

Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa

Polda NTT Bongkar Sindikat Peredaran Upal Ratusan Juta Rupiah di NTT

Polda NTT Bongkar Sindikat Peredaran Upal Ratusan Juta Rupiah di NTT

Profil AKBP Eliana Papote, Polwan Yang Baru Ditunjuk Kapolri Jadi Kapolres di Jajaran Polda NTT

Profil AKBP Eliana Papote, Polwan Yang Baru Ditunjuk Kapolri Jadi Kapolres di Jajaran Polda NTT

Komentar
Berita Terbaru