Senin, 22 Juni 2026

Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter

Imanuel Lodja - Senin, 22 Juni 2026 05:45 WIB
Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter
net
Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter
Sekira pukul 17.00 Wita, kata Therensius, keponakannya kemudian dirujuk ke RSU Leona Kefamenanu dan diterima oleh dokter Nur.

Baca Juga:

Rujukan tersebut dilakukan lantaran pihak tenaga medis menginformasikan bahwa, tidak ada dokter bedah (karena sedang cuti) dan anti venom tidak tersedia di RSUD Kefamenanu.

Saat itu, dokter jaga di IGD RSU Leona, adalah dokter Icha.

Ketika pasien tiba di RSU Leona, 10 menit berselang dokter Nur melakukan penanganan terhadap pasien dengan menyuntikan infus kepada pasien dan obat anti nyeri.

Dokter Nur kemudian mengambil sampel darah pasien.

Tidak lama berselang sekira pukul 19.00 Wita, Therensius dan rekannya Robertus Tubani yang kebetulan di Kota Kefamenanu mendatangi pasien untuk memastikan kondisi yang bersangkutan pasca dipagut ular.

Baca Juga:
Namun hingga pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA, keluarga masih belum melihat adanya penanganan lanjutan dari dokter perihal kondisi korban.

Hal ini menyebabkan keluarga semakin cemas karena korban terus mengeluhkan sakit dan gelisah karena belum diberikan anti venom.

Therensius menyebut, ia dan rekannya Norbertus Tubani menemui dokter Icha yang kebetulan sedang bertugas di IGD untuk meminta penjelasan mengenai hasil perkembangan penanganan pasien.

Saat itu, dokter Icha menjelaskan, pasien akan ditangani sesuai SOP dan mereka sedang berkonsultasi dengan dokter spesialis bisa ular yang hanya satu-satunya di Indonesia.

Jawaban ini menyebabkan anggota keluarga kian panik. Mereka menanyakan hasil pemeriksaan dan upaya penanganan pasien namun tidak mendapatkan jawaban yang sesuai harapan.

"Kami akui dalam situasi itu nada bicara kami memang sempat meninggi. Tetapi itu terjadi karena kami panik melihat kondisi pasien yang menurut kami belum tertangani secara maksimal. Sama sekali tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter ataupun tenaga kesehatan," ujarnya.

Tidak lama berselang, dokter Nur datang dan memberikan penjelasan bahwa sudah dilakukan pemeriksaan terhadap darah pasien dan dipastikan darah pasien tidak terkontaminasi bisa ular.

Dalam penjelasan tersebut, dokter Nur menyampaikan bahwa serum anti bisa ular atau anti venom memang tidak tersedia di rumah sakit swasta itu.

Menurut penjelasan yang diterima keluarga, obat anti venom hanya tersedia di rumah sakit umum yang memiliki fasilitas dan kewenangan tertentu untuk menyediakannya.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lansia di Kabupaten TTU Tebas Anaknya dengan Parang

Lansia di Kabupaten TTU Tebas Anaknya dengan Parang

Tangani Dugaan Korupsi Dana Desa, Penyidik Polres TTU Temukan Penyelewengan Ratusan Juta Rupiah

Tangani Dugaan Korupsi Dana Desa, Penyidik Polres TTU Temukan Penyelewengan Ratusan Juta Rupiah

Pelajar Kelas I SMP di Kabupaten TTS Tenggelam dan Meninggal Dunia

Pelajar Kelas I SMP di Kabupaten TTS Tenggelam dan Meninggal Dunia

Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa

Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa

Polda NTT Bongkar Sindikat Peredaran Upal Ratusan Juta Rupiah di NTT

Polda NTT Bongkar Sindikat Peredaran Upal Ratusan Juta Rupiah di NTT

Profil AKBP Eliana Papote, Polwan Yang Baru Ditunjuk Kapolri Jadi Kapolres di Jajaran Polda NTT

Profil AKBP Eliana Papote, Polwan Yang Baru Ditunjuk Kapolri Jadi Kapolres di Jajaran Polda NTT

Komentar
Berita Terbaru