Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter
Baca Juga:
Dengan nada tinggi, ia menunjuk-nunjuk dokter Icha dengan keras berkata "saya Robert Tubani, anggtoa DPRD komisi tiga yang bermitra dengan Dinas Kesehatan".
Dokter Icha berusaha memberikan penjelasan terkait kondisi pasien dan alasan medis yang mendasari tindakan yang diambil.
Namun, penjelasan tersebut tidak diterima sehingga dr. Icha merasa tertekan dan menangis.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan dokter Icha dengan menelepon pimpinan RS Leona.
Baca Juga:Direktur RS Leona pun datang ke IGD untuk menenangkan situasi dan memberikan penjelasan kepada keluarga pasien bahwa tindakan medis yang dilakukan dokter Icha telah sesuai SOP dan hasil konsultasi dengan dokter spesialis.
Setelah situasi dapat dikendalikan, pasien tetap menjalani observasi di RS Leona.
Pada Minggu (14/6/2026) petang, saat hendak kembali bertugas, dr. Icha melihat dua orang yang sebelumnya terlibat dalam peristiwa tersebut berada di lingkungan rumah sakit.
Karena masih merasa takut dan tertekan akibat kejadian sebelumnya, dr. Icha memilih kembali ke tempat tinggalnya.
Sekitar pukul 19.00 Wita, teman dokter Icha berusaha menghubungi dr. Icha namun tidak mendapat respons.
Dokter Icha kemudian dibawa ke RS Leona untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah mendapatkan perawatan, dr. Icha menyampaikan bahwa dirinya masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan serta perlakuan yang dialaminya saat bertugas di IGD.
Atas peristiwa yang terjadi, pada Selasa 16 Juni 2026, keluarga dr. Icha melalui pamannya, Olis Pakaenoni dan Victor Manbait mendatangi kantor DPRD Kabupaten TTU.
Mereka meminta perlindungan bagi tenaga medis dan menyampaikan keberatan atas tindakan yang diduga dilakukan oleh dua anggota DPRD tersebut.
Baca Juga:Keluarga dr. Icha diterima oleh Wakil Ketua I DPRD TTU Polce Naibesi, Ketua Badan Kehormatan DPRD TTU, Maksimus Manehat, dan anggota Badan Kehormatan DPRD TTU, Feliks Anunut.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga meminta klarifikasi mengenai identitas dua orang yang sebelumnya mengaku sebagai anggota DPRD.
Menurut keterangan keluarga, pimpinan DPRD membenarkan bahwa kedua orang tersebut merupakan anggota DPRD TTU, yakni Trens Lasakar dari Komisi I dan Robertus Tubani dari Komisi III.
Keluarga dr. Icha meminta pimpinan DPRD dan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten TTU memberikan perlindungan kepada tenaga medis.
Keluarga juga berharap agar memproses persoalan tersebut sesuai mekanisme dan kode etik yang berlaku, serta menjamin rasa aman bagi dr. Icha dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga kesehatan dan ASN.
Lansia di Kabupaten TTU Tebas Anaknya dengan Parang
Tangani Dugaan Korupsi Dana Desa, Penyidik Polres TTU Temukan Penyelewengan Ratusan Juta Rupiah
Pelajar Kelas I SMP di Kabupaten TTS Tenggelam dan Meninggal Dunia
Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa
Polda NTT Bongkar Sindikat Peredaran Upal Ratusan Juta Rupiah di NTT