Tidak Terima Ditegur Orang Tua, Siswa SMA Di Sumba Barat Daya Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
digtara.com -FB (16), seorang pelajar pria pada sebuah SMA di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT ditemukan meninggal dunia dengan posisi gantung diri.
Baca Juga:
Diduga korban mengakhiri hidupnya karena tidak terima ditegur ibunya karena korban meminjamkan sepeda motor miliknya kepada seorang teman.
Korban pulang ke rumah mengambil sepeda motornya.
Ibu korban sempat menasehati agar korban berhati-hati dan tidak gampang meminjamkan sepeda motor kepada temannya.
Namun setelah mengambil sepeda motor tersebut, korban malah meminjamkannya kepada seorang temannya.
Baca Juga:Mengetahui hal tersebut, ibu korban menegur dan memarahi korban karena sebelumnya telah mengingatkan agar sepeda motor tersebut tidak dipinjamkan kepada orang lain.
Setelah mendapat teguran dari ibunya, korban terlihat marah dan menghancurkan barang-barang yang ada di rumahnya lalu meninggalkan rumah.
Beberapa waktu kemudian, korban tidak terlihat berada di sekitar rumah.
Keluarga yang merasa curiga kemudian berusaha mencari keberadaan korban.
Pasca menerima laporan dari keluarga, aparat Polres Sumba Barat Daya bersama Polsek Kota Tambolaka mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses evakuasi dipimpin Kapolsek Kota Tambolaka, AKP Abong Kolondam dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, drg. Yulianus Kaleka.
Kanit Reskrim Polsek Kota Tambolaka mengajukan permohonan Visum Et Repertum (VER) ke Puskesmas Watu Kawula.
Jenazah kemudian diserahkan kepada petugas medis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga:Keluarga menduga korban mengalami tekanan setelah kejadian tersebut.
Namun demikian, penyebab pasti peristiwa ini masih menunggu hasil penyelidikan aparat dan pemeriksaan medis.
Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada unsur pidana lain.
Namun informasi yang diperoleh, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun keterlibatan pihak lain yang secara langsung menyebabkan kematian korban.
Kasatreskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam membenarkan kasus ini dan mengaku kalau pihaknya masih menunggu laporan dari anggota di lapangan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Para orang tua juga diimbau untuk memperkuat komunikasi dengan anak dan meminta warga tidak menyebarkan foto korban di media sosial.
Masyarakat sekitar juga dapat memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut.
Pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat diharapkan turut memberikan dukungan moril kepada keluarga korban serta membantu menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Baca Juga:
Berkas Perkara Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur P21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan
Gara-gara Mangga Untuk Tolakan Miras, Pria di Sumba Timur Tewas Ditebas Dengan Parang
Kasus Penganiayaan P21, Polres Sumba Barat Serahkan Tersangka ke Kejaksaan
Mabuk Miras, Residivis di Kupang Aniaya Perempuan dan Tikam Warga
Dilahirkan Prematur, Orok Bayi Laki-laki di Kabupaten TTS Ditemukan Dimakan Anjing