Jumat, 22 Mei 2026

Pembinaan Berdampak Nyata, WBP Olah Lahan Tandus Hingga Panen 10 Ton Jagung

Imanuel Lodja - Jumat, 22 Mei 2026 16:50 WIB
Pembinaan Berdampak Nyata, WBP Olah Lahan Tandus Hingga Panen 10 Ton Jagung
ist
Panen Raya jagung yang dikelola WBP

digtara.com -Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur bersama PT SMJ sukses menggelar panen raya jagung di kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kupang, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan Pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Panen raya tersebut dihadiri anggota DPD RI Perwakilan NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Bupati Kabupaten Kupang, jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan Kota Kupang, jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Kanwil Kementerian Hukum, Kanwil Kementerian HAM, pimpinan instansi pemerintah Provinsi dan Kota Kupang, Kepala UPT Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Kupang Raya, akademisi, perwakilan PT Sigenta Indonesia, hingga PT Sumber Energi Pangan Indonesia.

Kegiatan diawali dengan pemaparan Direktur PT SMJ terkait proses pengolahan lahan, metode penanaman, pemeliharaan hingga masa panen.

Seluruh tamu undangan mengikuti panen jagung secara simbolis di lahan SAE Lapas Kupang.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar menegaskan bahwa keberhasilan panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bagian dari proses pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Baca Juga:
Menurutnya, lahan karang yang sebelumnya tandus seluas kurang lebih dua hektar berhasil disulap menjadi lahan produktif melalui kolaborasi bersama PT SMJ.

Dari 28 kilogram benih jagung yang ditanam, berhasil dipanen sekitar 10 ton jagung.

"Di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektar, dengan 28 kg benih yang ditanam, hari ini berhasil dipanen sekitar 10 ton jagung. Ini bukan hanya keberhasilan pertanian, tetapi bentuk dukungan kami terhadap kemandirian pangan," ujar Ketut Akbar Herry Achjar.

Seluruh proses pengelolaan kebun jagung tersebut dikerjakan langsung oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Kupang sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan pertanian, disiplin kerja, serta pengalaman lapangan agar ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya mereka telah memiliki kemampuan untuk mandiri dan produktif.

"Pemasyarakatan hari ini bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi bagaimana negara hadir membina dan mempersiapkan warga binaan agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat," tambahnya.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Lianto.

Ia menilai keberhasilan mengubah lahan berbatu menjadi kebun produktif dapat menjadi contoh bagi daerah lain di NTT yang memiliki banyak lahan tidur dengan karakter tanah serupa.

"Saya kira ini bisa menjadi contoh buat NTT, karena daerah kita memiliki banyak lahan tidur dengan kontur tanah berbatu yang hari ini terbukti bisa disulap melalui kolaborasi. Dari kegiatan ini, kita bisa mengambil makna penting di tengah isu El Nino dan situasi geopolitik yang memicu kenaikan harga-harga, di mana jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif saat musim kelaparan," ungkap Abraham Lianto.

Direktur Utama PT SMJ, Silvester Sudin, menjelaskan bahwa kerja sama dalam program SAE ini sejalan dengan prinsip 5P yang menjadi dasar pemberdayaan perusahaan di NTT, yakni pemberdayaan, pelatihan, pendampingan, pengembangan, dan profil.

Baca Juga:
Menurutnya, kerjasama dengan Lapas Kupang difokuskan pada pembinaan yang memberikan dampak nyata bagi warga binaan.

"Kerja sama dalam Program SAE ini adalah bukti nyata dari prinsip 5P kami, di mana kami fokus pada pemberdayaan yang saling menguntungkan serta memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar warga binaan memiliki keterampilan yang berdampak nyata," tutur Silvester Sudin.

Keberhasilan panen raya ini menjadi gambaran bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada pembangunan kualitas manusia.

Melalui sinergi antara Pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pihak swasta, program ketahanan pangan diharapkan terus berlanjut sekaligus menjadi bekal kehidupan baru bagi warga binaan setelah bebas nantinya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Balita dan Remaja Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal Dump Truk, Empat Orang Luka-luka

Balita dan Remaja Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal Dump Truk, Empat Orang Luka-luka

Curi Sepeda Motor Untuk Jual ke Negara Tetangga, Pemuda di Malaka-NTT Ditangkap Polisi

Curi Sepeda Motor Untuk Jual ke Negara Tetangga, Pemuda di Malaka-NTT Ditangkap Polisi

Tidak Penuhi Panggilan Polisi, Terduga Pelaku Penikaman di Rote Ndao Diamankan Polisi

Tidak Penuhi Panggilan Polisi, Terduga Pelaku Penikaman di Rote Ndao Diamankan Polisi

Warga di Malaka Diterkam Buaya, Hasil Pencarian Masih Nihil

Warga di Malaka Diterkam Buaya, Hasil Pencarian Masih Nihil

Korban Terkaman Buaya di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Korban Terkaman Buaya di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Diguyur Hujan, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Di Kabupaten Kupang

Diguyur Hujan, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Di Kabupaten Kupang

Komentar
Berita Terbaru