Pergi Dari Rumah Tanpa Pamit, Lansia di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Hutan
digtara.com -Nikanor Neolaka (76), warga asal dusun Kidaluktetuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga:
Nikanor Neolaka ditemukan dalam posisi terlentang.
Andreas Neolaka (50) yang merupakan anak dari korban mengakui kalau sebelum ditemukan meninggal dunia, korban keluar dari rumah tanpa berpamitan kepadanya pada Jumat (10/4/2026).
Baca Juga:Karena tak kunjung pulang ke rumah, Andreas memberitahukan kepada keluarga yang lain untuk mencari korban di hutan sekitar rumah korban namun tidak ditemukan.
Upaya pencarian membuahkan hasil. Pada Sabtu pagi, korban ditemukan oleh Paulus Mau (66) di kawasan hutan Dusun Baulenu, Desa Manleten, kecamatan Tasifeto Timur.
Usai menemukan jasad korban, Paulus berlari menuju ke arah pemukiman penduduk dan memberitahukan kepada keluarga korban serta Bhabinkamtibmas desa Takirin.
Jarak tempat kejadian perkara dengan rumah korban sekitar kurang lebih tiga kilometer.
"Saat ditemukan, korban dalam kondisi sudah meninggal dunia dan di sekitar TKP ditemukan pula sandal dan topi milik korban yang berada sekitar dua meter dari jasad korban," tambah Kapolsek.
Baca Juga:Kapolsek Tasifeto Timur bersama anggota dan unit identifikasi Sat Reskrim Polres Belu langsung mengamankan dan melakukan olah TKP.
Polisi juga mengevakuasi jasad korban ke RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh dr.Salvador B. H. W. D., diperkirakan korban sudah meninggal kurang lebih 24 jam.
"Luka lecet tersebut bukan penyebab kematian korban," tambah Kapolsek.
Diduga korban meninggal dunia karena terseret arus banjir karena saat itu wilayah desa Manleten dilanda hujan lebat pada sehingga dimungkinkan korban terbawa arus banjir.
"Penyebab kematian korban diduga disebabkan karena tenggelam sesuai hasil pemeriksaan oleh dokter ditemukan adanya air pada mulut korban dan ini juga dikuatkan dengan lokasi TKP yang berada di sungai atau kali. Korban kemungkinan terseret arus banjir dan tenggelam saat terjadi hujan lebat pada hari Jumat," urai Kapolsek.
Baca Juga:Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah.
"Dari keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dan tidak menuntut untuk proses lanjut. Dan itu dipastikan mereka dengan membuat surat pernyataan penolakkan otopsi mayat yang ditandatangani oleh pihak keluarga," ungkap Kapolsek.
Keluarga mengatakan menerima dengan ikhlas kepergian korban sebagai musibah. Saat ini jenazah sudah disemayamkan di rumah duka.
Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram
Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan
Pelaku Pencurian Berantai di Manggarai Barat Dibekuk Polisi
Operasional SPBU di Rote Ndao Terbatas dan Sempat Lumpuh
Waktu Pengisian BBM Di SPBU Rote Ndao Dibatasi, Antrian Kendaraan Mengular