Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Kabupaten Sikka Direkonstruksi
Baca Juga:
Dengan rekonstruksi ini, penyidik diharapkan dapat semakin memperkuat konstruksi perkara sebelum dilimpahkan ke tahap penuntutan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan di wilayah NTT.
Misteri kematian tragis STN (14), pelajar kelas II SMP yang ditemukan di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kabupaten Sikka menemui titik terang.
Baca Juga:Aparat Kepolisian Resor (Polres) Sikka mengamankan dua orang terduga pelaku.
Pelarian keduanya berakhir di dua lokasi berbeda setelah sempat meninggalkan Desa Rubit pasca hilangnya korban.
SG (ayah), dibekuk Tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa (24/2/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WITA.
FGR diketahui merupakan siswa kelas IX SMP MBC Ohe atau kakak kelas dari korban. Korban dilaporkan hilang setelah pamit mengambil gitar di rumah FGR.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Jumat (20/2/2026).
Baca Juga:Setelah pencarian selama empat hari, warga dikejutkan dengan penemuan jasad korban di aliran Kali Watuwogat pada Senin (23/2/2026) siang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Tc. Hillers Maumere, korban diduga kuat merupakan korban penganiayaan berat sebelum akhirnya tewas.
STN (14), pelajar kelas II SMP MBC Ohe, Kabupaten Sikka, NTT sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (20/2/2026).
Jarak rumah korban dengan rumah yang dituju hanya sekitar 500 meter—jarak yang bagi warga setempat bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan.
Namun hingga Jumat petang, korban tanpa kabar. Hingga pukul 20.00 Wita, korban tak kembali.
Baca Juga:Keluarga mencari ke rumah kerabat dan lingkungan sekitar.
Ironisnya, rumah yang terakhir didatangi korban diketahui dalam keadaan kosong sejak hari hilangnya korban.
Pada Minggu (22/2/2026), keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Kewapante, Polres Sikka-Polda NTT.
Senin (23/2/2026) siang, pencarian kembali dilakukan dengan memperluas radius penyisiran.
Baca Juga:
Pencuri Kendaraan di Manggarai Dibekuk Polisi
10 Keluarga di TTS Terdampak Patahan Tanah
Tiga Anak di TTU Diduga Diadopsi Ilegal, Polisi Turun Tangan
Jamin Paskah 2026 Aman, Polres Kupang Fokus Pengamanan Pada 167 Gereja di Kabupaten Kupang
Pamit Memancing, Pria Di Flores Timur Ditemukan Tewas Mengapung Di Pantai