Siswi SMP Di Kupang Disekap Dan Disetubuhi Empat Pria Selama Empat Hari
digtara.com -Kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi lagi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Selama empat hari penyekapan, remaja putri yang juga warga Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang ini disetubuhi empat orang pria secara bergiliran.
Ia juga tidak diberikan makan dan hanya diberikan air minum.
Baca Juga:Korban sendiri tidak mengetahui lokasi rumah ia disekap dan disetubuhi karena saat dibawa ke rumah tersebut, korban dalam keadaan pingsan karena dianiaya dengan kayu pada leher dan kepala bagian belakang.
Pada Sabtu (14/2/2026) lalu, korban yang juga siswi kelas II SMP Negeri di Kota Kupang pamit kepada orang tua untuk latihan menari di sekolah.
Pada Sabtu petang saat pulang ke rumah, tanpa diduga datang dua orang pria menggunakan sepeda motor warna hitam.
Korban pun digotong dengan sepeda motor oleh kedua pria tersebut ke rumah kosong. Di lokasi tersebut, korban disetubuhi.
Hari-hari berikutnya menjadi penderitaan bagi korban. Secara bergantian para pelaku menyetubuhi korban.
Baca Juga:"Dalam satu hari saya diperkosa hingga empat kali oleh pria yang berbeda. Mereka pakai masker dan penutup wajah jadi saya tidak kenal mereka," ujar korban saat ditemui di Polda NTT, Jumat (27/3/2026).
Korban juga mengaku tidak diberikan makan dan hanya mendapat air minum. Selama berada di rumah tersebut, korban hanya melayani nafsu bejat para pelaku.
Walau tidak melihat persis wajah para pelaku, namun korban memastikan kalau ada empat orang pelaku.
Selama berada di rumah penyekapan, korban sulit menghubungi kerabatnya karena handphone mati.
Baru lah pada Kamis (19/2/2026) korban diantar pulang oleh dua orang pelaku hingga ke dekat rumah.
Baca Juga:Pasca korban tidak ada kabar, keluarga korban sempat membuat berita kehilangan di Polsek Kupang Tengah, Polres Kupang pada Minggu (15/2/2026).
Keluarga juga membuat laporan polisi terkait kehilangan korban ke Polda NTT pada Senin (16/2/2026).
Setelah korban ditemukan kembali dan pulang ke rumah, keluarga pun mengadukan kasus ini ke Polda NTT.
Pasca membuat laporan polisi, korban langsung diperiksa penyidik Dit Res PPA dan PPO Polda NTT. Sejumlah saksi juga ikut diperiksa.
Korban pun menjalani visum di rumah sakit bhayangkara Titus Uly Kupang.
Baca Juga:Korban sendiri satu sekolah namun beda kelas dengan SHR (14) yang sebelumnya juga menjadi korban persetubuhan sejumlah pria di Kelurahan Lasiana dan saat ini sudah ditangani Dit Res PPA dan PPO Polda NTT.
Polisi Amankan Sejumlah Sepeda Motor Saat Balapan Liar
Polres Kupang Tahan Lima Tersangka Pencurian Ternak, Dua Tersangka ABH Dikoordinasikan Dengan Bapas
Akses Transportasi Pasca Jembatan Ambruk Di Kupang Dialihkan Ke Jalan Tani
Jembatan di Jalan Timor Raya Naibonat Ambruk
Modus Pencuri Sapi Di Kupang, Tembak Dengan Senpi Dan Kuliti Sapi Di Tempat