Cuaca Buruk, Hilal Tak Teramati dari Kupang
Baca Juga:
"Apabila hilal tidak teramati di seluruh wilayah Indonesia, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026," tandasnya.
Sebaliknya, jika hilal berhasil teramati, maka Ramadan hanya berlangsung 29 hari dan Idulfitri berpotensi jatuh pada 20 Maret 2026.
Baca Juga:Selanjutnya sidang isbat dilakukan pada gedung yang sama Pengadilan Agama Kupang dengan Hakim tunggal Suratnah Bao dan panitera sidang Fatimah Mahben.
Hakim menetapkan putusan soal pengamatan hilal yang tidak terlihat itu sesuai kesaksian dari pemohon sidang yaitu Achmad Alkatiri selaku Plt Bimas Islam Kemenag NTT.
Pengamatan hilal sendiri menjadi salah satu metode utama dalam penentuan awal bulan Hijriah, termasuk Hari Raya Idulfitri.
Kepala Stasiun Geofisika Klas I Kupang, Koordinator MKG NTT, Arief Tyastama, sebelumnya menyebut dua jam sebelum pengamatan sudah dilakukan pemasangan alat terapi karena wilayah Kota Kupang masih mengalami hujan maka kita tidak bisa lakukan pengamatan.
Menurutnya, momentum penentu akhir masa puasa dan Idul Fitri seharusnya dilakukan secara ilmiah dan cermat.
Baca Juga:BMKG dalam hal ini mendukung informasi dan data astronomi dengan cuaca yang dapat menentukan hasil pengamatan hilal. Namun saat ini cuaca buruk sedang terjadi di Kota Kupang.
"Kami berharap pengamatan hilal dapat berjalan lancar namun mohon maaf sampai saat ini kondisi cuaca belum memungkinkan," ungkap Arief.
Nelayan di Kupang-NTT Diselamatkan Saat Perahu Mati Mesin Ketika Melaut
Anggota Polres dan Bhayangkari Polres Kupang Bersama TNI Sumbang 150 Kantong Darah
Sejumlah Pemuda di Kota Kupang Diamankan Polisi Saat Ugal-ugalan di Jalan Raya
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Temui Bupati Sabu Raijua dan Unsur Terkait
Respon Keluhan Warga, Polda NTT Pastikan Tak Ada Pengurangan Isi Gas