Minggu, 03 Mei 2026

Bangunan Sekolah Roboh, Satu Siswa Meninggal Dan Dua Siswa Luka-luka

Imanuel Lodja - Kamis, 19 Maret 2026 08:00 WIB
Bangunan Sekolah Roboh, Satu Siswa Meninggal Dan Dua Siswa Luka-luka
ist
Kapolres TTS dan anggota termasuk wakil bupati TTS saat meninjau bangunan sekolah yang runtuh

digtara.com -Bangunan sekolah SD Inpres Oepula di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) roboh pada Rabu (18/3/2026) petang.

Baca Juga:

Runtuhan bangunan ini menimpa sejumlah siswa yang sedang berteduh sambil bermain bola.

Bangunan yang roboh merupakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 1991 lalu dan sudah tidak dipakai sejak tahun 2023.

Saat itu tidak ada kegiatan belajar mengajar karena sedang libur hari raya.

Baca Juga:
Namun sekelompok siswa yang rumahnya tidak jauh dari sekolah sedang bermain.

Saat itu sedang turun hujan sehingga para siswa pun berteduh di lokasi bangunan lama.

Sambil menunggu hujan reda, mereka memilih bermain bola.

Sekitar pukul 18.43 Wita, tiba-tiba bangunan tersebut roboh menimpa para siswa.

Noldi Kause (9), pelajar kelas I sekolah dasar tertimpa bangunan yang roboh.

Siswa yang tinggal di RT 012/RW 003, Dusun B, Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS ini langsung tewas seketika.

Baca Juga:
Sementara dua rekannya mengalami luka serius yakni Juliana Nenohai (13), pelajar SMP mengalami luka pada bagian kepala bagian belakang sehingga mendapat empat jahitan dan luka pada lutut kanan dan mendapat delapan jahitan.

Siswa lain yang menjadi korban yakni Mikael Jekson Nenoliu (9) yang mengalami luka pada bagian betis kiri kaki dan punggung.

Agustinus Talan, salah satu warga di RT 013/RW 003, Dusun B, Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah SD Oepula.

Ia langsung berlari menuju ke arah suara tersebut dan mendapati bahwa bangunan SD Oepula roboh dan didalam bangunan tersebut ada anak-anak yang sedang bermain bola kaki.

Agustinus melihat korban Noldy Kause terkena runtuhan tiang sanggah bangunan bagian depan tepat di kepala korban yang mengakibatkan korban meninggal di tempat.

Agustinus juga melihat belasan anak keluar dari reruntuhan bangunan

Baca Juga:
Ia bersama Mateos Nenoliu dan Yakobus Nenoliu mengecek ke dalam lokasi reruntuhan bangunan dan mendapati korban yang masih tertimpa reruntuhan bangunan Juliana Nenohai.

Mereka bersama warga mengevakuasi korban dari dalam reruntuhan dan membawa korban Juliana ke Rumah Sakit Umum Daerah Soe.

Agustinus menjelaskan bahwa sebelum kejadian, sejumlah anak sementara bermain bola kaki di halaman depan SD Oepula.

Namun karena cuaca gerimis sehingga anak-anak berteduh di bawah bangunan tersebut sambil bermain bola.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Begini Respons OJK NTT Pasca Penangkap Pelaku Phising Tools di Kupang

Begini Respons OJK NTT Pasca Penangkap Pelaku Phising Tools di Kupang

Tiga Pelaku Angkut BBM Ilegal di Oelpuah-Kupang Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Angkut BBM Ilegal di Oelpuah-Kupang Ditangkap Polisi

Anak Dibawah Umur Dicabuli Tetangganya, Polisi Naikkan ke Penyidikan

Anak Dibawah Umur Dicabuli Tetangganya, Polisi Naikkan ke Penyidikan

Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru