Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat
digtara.com -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Kemenhaj NTT), Hasan Manuk, mengimbau calon jemaah umroh untuk menahan diri agar tak berangkat hingga konflik di wilayah Timur Tengah mereda.
Baca Juga:
ia menyebut ada 40 jamaah umrah yang telah kembali ke Indonesia dengan salah satu agen perjalanan yang ada di Kupang, NTT.
Keberangkatan 40 jemaah ini pun sempat dilepasnya pada sebulan yang lalu untuk periode umrah hampir dua pekan.
Baca Juga:"Jemaah kita dari NTT sudah dari bulan lalu sudah pulang. Jemaah 40 orang yang 13 hari umroh. Jadi sekarang tidak ada," ujarnya pada Senin (2/3/2026).
Sementara urusan teknis perjalanan umroh untuk agen perjalanan di luar NTT yang membawa jemaah asal NTT di luar kewenangan kantornya. Hal ini berbeda dengan perjalanan haji.
Pihaknya memasti akan mencatat berapa warga NTT yang berangkat karena perjalanan tersebut diurusi oleh kementerian.
Sementara soal kebijakan terkini pasca serangan di wilayah Timur Tengah, kata dia, akan menjadi kewenangan pemerintah pusat secara langsung.
Ia sendiri mengimbau agar calon jemaah asal NTT yang berniat umroh untuk terlebih dahulu menahan diri dan tidak berangkat hingga situasi mereda.
Baca Juga:"Lebih baik untuk saat ini jemaah umroh jangan dulu berangkat dalam kondisi dan situasi yang tidak menentu seperti ini," tandasnya.
Ia mengkhawatirkan situasi saat ini dapat menyebabkan perhentian perjalanan tidak terduga seperti terjebak akibat penerbangan yang batal.
"Karena penerbangan umroh itu kan reguler bukan seperti haji itu kan charter," lanjut dia.
Kena Serangan Jantung, Jemaah Haji Asal Tegal Jateng Wafat Setiba di Madinah
Hilang Kendali, Dua Mobil Dan Satu Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kota Kupang
Panjat Tembok Dan Curi Helm, Pria di Kupang Diamankan Polisi
Beri Pelayanan Maksimal Jemaah, Tim Checker Bagasi Bandara Kerja Penuh Ketelitian
Penjual Ikan Asin Asal Bandung Naik Haji, Cita-cita Haji Sejak Tahun 1960