Senin, 13 April 2026

Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Imanuel Lodja - Kamis, 26 Februari 2026 15:40 WIB
Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka
ist
Warga berusaha membersihkan tanah longsor pada badan jalan

digtara.com -Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Sikka sejak siang hari, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:

Hal ini memicu terjadinya tanah longsor yang menutup total ruas jalan penghubung antara Desa Umauta, Kecamatan Bola dan Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, tepatnya di Wura Dohor, Dusun Wojong, Desa Umauta.

Longsor dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung dalam durasi lama, menyebabkan struktur tanah menjadi labil.

Baca Juga:
Air yang terus-menerus meresap ke dalam permukaan tanah membuat kontur lereng tak lagi mampu menahan beban material di atasnya.

Akibatnya, tanah bercampur bebatuan meluncur turun dan menimbun seluruh badan jalan kabupaten yang menjadi urat nadi mobilitas warga antar desa.

Material longsoran berupa tanah liat basah dan batu berukuran sedang hingga besar menutup akses secara menyeluruh.

Pejalan kaki maupun kendaraan bermotor tidak dapat melintas. Arus transportasi warga pun lumpuh total.

Kondisi ini memaksa masyarakat yang hendak menuju Kota Maumere untuk mengambil jalur alternatif melalui Bola–Waipare.

Jalur tersebut tentu membutuhkan waktu tempuh lebih lama dan biaya tambahan, terutama bagi warga yang memiliki kepentingan mendesak seperti urusan kesehatan, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

Baca Juga:
Beruntung dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materil.

Meski demikian, dampak sosial dan ekonomi mulai dirasakan warga. Terputusnya akses utama berpotensi menghambat aktivitas perdagangan dan pelayanan dasar masyarakat.

Warga Desa Umauta tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, mereka berupaya membersihkan material longsor menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan linggis.

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Material tanah yang berat dan terus bertambah akibat hujan yang masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat membuat proses pembersihan berjalan lambat dan penuh risiko.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ibu Dan Anak di Kabupaten Sikka Hilang, Keluarga Lapor ke Polisi

Ibu Dan Anak di Kabupaten Sikka Hilang, Keluarga Lapor ke Polisi

Aksi Bom Ikan di Perairan Maumere Digagalkan Anggota Ditpolairud Polda NTT dan Dua Nelayan Diamankan

Aksi Bom Ikan di Perairan Maumere Digagalkan Anggota Ditpolairud Polda NTT dan Dua Nelayan Diamankan

6 Rumah Tertimbun Longsor di Sibolangit Deli Serdang, 5 Warga Meninggal Dunia

6 Rumah Tertimbun Longsor di Sibolangit Deli Serdang, 5 Warga Meninggal Dunia

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Kabupaten Sikka Direkonstruksi

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Kabupaten Sikka Direkonstruksi

Tiga Pria Di Sikka Luka Berat Dianiaya Dengan Sajam

Tiga Pria Di Sikka Luka Berat Dianiaya Dengan Sajam

Truk Muatan Pasir Terbalik, Pemilik Kendaraan Tewas di Lokasi Kejadian

Truk Muatan Pasir Terbalik, Pemilik Kendaraan Tewas di Lokasi Kejadian

Komentar
Berita Terbaru