Sabtu, 05 September 2026

Tahun 2026, Infrastruktur di NTT Telan Anggaran Rp 1,61 Triliun

Imanuel Lodja - Kamis, 26 Februari 2026 09:15 WIB
Tahun 2026, Infrastruktur di NTT Telan Anggaran Rp 1,61 Triliun
net
Ilustrasi.

digtara.com -Pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 1,61 triliun pada 2026 untuk infrastruktur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Anggaran ini difokuskan untuk memperkuat proyek strategis nasional, ketahanan air, serta konektivitas darat, laut, dan udara.

Dana besar ini dialokasikan melalui berbagai kementerian dan lembaga.

Targetnya pertumbuhan ekonomi daerah lewat pembangunan aset fisik baru seperti irigasi, jalan dan jembatan, gedung dan bangunan, serta fasilitas publik lainnya.

Baca Juga:
Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Nusa Tenggara Timur, Adi Setiawan, menyatakan sektor pekerjaan umum tetap jadi tulang punggung pembangunan infrastruktur di NTT.

Pagu terbesar berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum yaitu tujuh dari 10 satuan kerja (satker).

Salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat tahap II (2025–2026) di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Sekolah ini memiliki sarana penunjang akademik dan non-akademik, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sistem Penyediaan Air Bersih.

"Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT mengelola belanja modal dan belanja gedung terbesar, yakni Rp 311,9 miliar. Salah satu proyek utama adalah pembangunan Sekolah Rakyat dengan alokasi Rp 188,9 miliar," katanya.

Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 500 miliar pula untuk pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Baca Juga:
"Ini jadi penguatan ketahanan air menjadi prioritas lain," tambahnya.

Salah satu proyek strategis ialah penyelesaian pembangunan bendungan melalui SNVT Pembangunan Bendungan I senilai Rp 132,6 miliar dan SNVT Pembangunan Bendungan II sebesar Rp 115,4 miliar.

"Yang diharapkan mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air di berbagai wilayah NTT," tambahnya.

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II juga mengelola anggaran Rp 212,6 miliar dengan realisasi yang telah mencapai 17 persen di awal tahun ini.

"Ini untuk pemeliharaan serta peningkatan jalan dan jembatan untuk konektivitas darat, pembangunan dan preservasi jalan nasional terus digenjot untuk menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antarwilayah," tambahnya.

Di sektor laut, Pelabuhan Marapokot mendapat alokasi Rp 79,9 miliar dengan realisasi 32 persen.

Baca Juga:
Investasi ini disebut melampaui belanja modal transportasi udara tahun ini.

Selain Marapokot, pengembangan juga dilakukan di KSOP Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dan Pelabuhan Wini, Kabupaten TTU guna memperkuat konektivitas antar-pulau.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tiga Perwira Polres Kupang Dimutasi, Kapolres Minta Pejabat Bangun Kerjasama Dengan Semua Unsur

Tiga Perwira Polres Kupang Dimutasi, Kapolres Minta Pejabat Bangun Kerjasama Dengan Semua Unsur

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Hutan Keun-Kabupaten TTU Terbakar, Polisi Turun Padamkan Api

Hutan Keun-Kabupaten TTU Terbakar, Polisi Turun Padamkan Api

Rem Blong Dump Truk Terbalik, Satu Orang Meninggal dan Sejumlah Penumpang Terluka

Rem Blong Dump Truk Terbalik, Satu Orang Meninggal dan Sejumlah Penumpang Terluka

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Komentar
Berita Terbaru