Tahun 2026, Infrastruktur di NTT Telan Anggaran Rp 1,61 Triliun
digtara.com -Pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 1,61 triliun pada 2026 untuk infrastruktur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Dana besar ini dialokasikan melalui berbagai kementerian dan lembaga.
Targetnya pertumbuhan ekonomi daerah lewat pembangunan aset fisik baru seperti irigasi, jalan dan jembatan, gedung dan bangunan, serta fasilitas publik lainnya.
Baca Juga:Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Nusa Tenggara Timur, Adi Setiawan, menyatakan sektor pekerjaan umum tetap jadi tulang punggung pembangunan infrastruktur di NTT.
Pagu terbesar berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum yaitu tujuh dari 10 satuan kerja (satker).
Salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat tahap II (2025–2026) di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
"Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT mengelola belanja modal dan belanja gedung terbesar, yakni Rp 311,9 miliar. Salah satu proyek utama adalah pembangunan Sekolah Rakyat dengan alokasi Rp 188,9 miliar," katanya.
Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 500 miliar pula untuk pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Baca Juga:"Ini jadi penguatan ketahanan air menjadi prioritas lain," tambahnya.
Salah satu proyek strategis ialah penyelesaian pembangunan bendungan melalui SNVT Pembangunan Bendungan I senilai Rp 132,6 miliar dan SNVT Pembangunan Bendungan II sebesar Rp 115,4 miliar.
"Yang diharapkan mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air di berbagai wilayah NTT," tambahnya.
"Ini untuk pemeliharaan serta peningkatan jalan dan jembatan untuk konektivitas darat, pembangunan dan preservasi jalan nasional terus digenjot untuk menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antarwilayah," tambahnya.
Di sektor laut, Pelabuhan Marapokot mendapat alokasi Rp 79,9 miliar dengan realisasi 32 persen.
Baca Juga:Investasi ini disebut melampaui belanja modal transportasi udara tahun ini.
Selain Marapokot, pengembangan juga dilakukan di KSOP Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dan Pelabuhan Wini, Kabupaten TTU guna memperkuat konektivitas antar-pulau.
BK DPRD TTU Rampungkan Hasil Pemeriksaan, Pekan Depan Hasil Diumumkan
Diperiksa Lima Jam dan Jawab 32 Pertanyaan, Ketua DPRD TTU Serahkan Bukti Rekaman ke Penyidik Polda NTT
Kapolda NTT-Danrem 161/Wira Sakti Dan Kajati NTT Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning Di Makorem
Hari Kedua Operasi SAR Pencarian Korban Terjatuh Dari Perahu di Perairan Waikelo Belum Membuahkan Hasil
Tahan Dua Tersangka Pembunuhan, Polres Sumba Barat Daya Masih Cari Dua Pelaku Lainnya