Minggu, 31 Mei 2026

Niat Bekerja di Australia, Tujuh WNA Dipulangkan dan Masuk Wilayah Perairan Rote Ndao

Imanuel Lodja - Rabu, 25 Februari 2026 12:55 WIB
Niat Bekerja di Australia, Tujuh WNA Dipulangkan dan Masuk Wilayah Perairan Rote Ndao
ist
Aparat kepolisian saat mengamankan tujuh WNA diduga imigran gelap di wilayah hukum Polsek Rote Selatan

digtara.com - Polres Rote Ndao mengamankan tujuh orang Warga Negara Asing (WNA) terduga imigran pada Selasa (24/2/2026) pagi.

Baca Juga:

Mereka berasal dari China empat orang dan tiga orang berasal dari Uzbekistan.

Selain mengamankan tujuh WNA, polisi juga mengamankan satu unit kapal tanpa nama di pesisir laut Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono menyebutkan kalau tujuh WNA diduga imigran gelap ini diamankan di Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Baca Juga:
Kapolsek Rote Selatan, Ipda Andi Salata dan anggota mengevakuasi mereka ke Mapolres Rote Ndao.

Empat WNA asal China masing-masing Hui Jie (40), Jiang Bo (58), Chen Yong (36) dan Dia Guozhong (51).

Sementara tiga WNA asal Uzbekistan yakni Kasimov (54), Sultanmoradov (22) dan Shodiev (24).

Penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao sudah melakukan pengambilan keterangan terhadap para WNA.

Chen Yong, salah satu WNA asal China mengaku tiba di Jakarta-Indonesia pada 8 Januari 2026 dan menginap selama 23 hari di salah satu hotel di Jakarta.

Para WNA asal China mengaku tinggal di Kendari selama kurang lebih satu minggu sejak 3 Februari 2026.

Baca Juga:
Mereka kemudian berangkat tengah malam pada 11 Februari 2026.

"Dua orang yang mengurus merupakan WNI di Kendari menggunakan mobil membawa para WNA naik ke kapal," ujar Kapolres.

Para WNA asal China mengaku tiba di Border Australia selama delapan hari perjalanan dari Kendari-Sulawesi.

Kemudian mereka tertangkap oleh pihak Australia dan diberikan speed boat yang dibekali BBM secukupnya. Mereka diperintahkan berlayar kembali sehingga masuk ke perairan Indonesia (Rote Ndao bagian selatan).

Para WNA asal China mengaku berkomunikasi dengan para pengurus menggunakan media sosial Tiktok, namun lupa nama akun tiktok.

Mereka mengaku ingin ke Australia dalam rangka bekerja menghasilkan uang.

Baca Juga:
Sedangkan WNA asal Uzbekistan mengaku memberikan sejumlah uang kepada pengurus sebesar 400 dolar per orang.

WNA asal Uzbekistan, Shodiev mengaku berangkat dari Uzbekistan - Jakarta (Indonesia) dan ke Kendari, Sulawesi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Propam Polda NTT Bersih-bersih Pantai Pasir Panjang

Propam Polda NTT Bersih-bersih Pantai Pasir Panjang

Polda NTT Antisipasi Kejahatan Jalanan Melalui Patroli Gabungan

Polda NTT Antisipasi Kejahatan Jalanan Melalui Patroli Gabungan

Polda NTT dan Polres Jajaran Salurkan 112 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Polda NTT dan Polres Jajaran Salurkan 112 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Polairud Polda NTT Evakuasi Wisatawan Asing Saat Pingsan Ketika Berwisata

Polairud Polda NTT Evakuasi Wisatawan Asing Saat Pingsan Ketika Berwisata

Dua Turis Meninggal Saat Wisata, Lokasi Air Terjun Cunca Wulang Manggarai Barat Dipasang Police Line

Dua Turis Meninggal Saat Wisata, Lokasi Air Terjun Cunca Wulang Manggarai Barat Dipasang Police Line

Jatuh di Jembatan Gantung Air Terjun Manggarai Barat, Dua WNA Austria Meninggal Dunia

Jatuh di Jembatan Gantung Air Terjun Manggarai Barat, Dua WNA Austria Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru