Jumat, 21 Agustus 2026

Warga TTS-NTT Hilang Diduga Terbawa Arus Pasca Perahu Patah Kemudi

Imanuel Lodja - Senin, 16 Februari 2026 08:00 WIB
Warga TTS-NTT Hilang Diduga Terbawa Arus Pasca Perahu Patah Kemudi
ist
Tim Basarnas bersama aparat kepolisian masih mencari warga yang hilang terbawa arus di Pantai Oetune, Kabupaten TTS

digtara.com -Yomri Tenis (40), dilaporkan hilang diduga terbawa arus pasca mesin perahu yang digunakannya mengalami kerusakan patah kemudi saat berada di perairan Pantai Oetune, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Baca Juga:

Warga RT 12/RW 06, Dusun 3, Desa Kele, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS ini terbawa arus sejak Kamis (12/2/2026) petang.

Pencarian hingga Senin (16/2/2026) pagi belum membuahkan hasil.

Pencarian dilakukan oleh tim Basarnas NTT bersama personel gabungan dari Polres TTS dipimpin Kabag Ops Polres TTS, Polsek Kualin, nelayan lokal dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang Pantai Oetune, menuju muara Toineke, serta mengikuti arah arus dan gelombang laut.

Hingga hari kedua pencarian, Minggu (15/2/2026), korban masih belum ditemukan dan pencarian dilanjutkan sesuai prosedur operasi SAR pada Senin (16/2/2026).

"Korban belum ditemukan dan pencarian masih diupayakan sesuai prosedur operasi SAR," ujar Kapolsek Kualin, Iptu Diknas M. Wiryanto Aoliso pada Senin (16/2/2026).

Kehilangan korban dilaporkan kerabat korban pada Jumat (13/2/2026) malam ke Polsek Kualin.

"Pada Jumat, 13 Februari 2026 malam sekitar pukul 23.15 Wita telah datang ke Polsek Kualin seorang laki-laki yang mengaku bernama Aprianto Sun melaporkan bahwa saudaranya (Yomri Tenis) diduga terbawa arus laut akibat kerusakan mesin perahu di wilayah perairan Pantai Oetune," urai Kapolsek.

Aprianto mengaku ditelepon korban pada Kamis petang sekitar pukul 17.00 WITA, menyampaikan bahwa perahu hanyut terbawa arus laut akibat kerusakan mesin tersebut.

Baca Juga:
Setelah komunikasi itu, korban tidak dapat dihubungi kembali melalui telepon genggamnya.

Pihak keluarga telah melakukan pencarian secara mandiri bersama nelayan lokal di wilayah Kecamatan Kualin sejak Kamis, 12 Februari hingga 13 Februari 2026, namun tidak membuahkan hasil.

Kapolsek Kualin berkoordinasi dengan Tim Basarnas NTT, Polres TTS, pemerintah Kecamatan Kualin dan nelayan setempat.

Pencarian hari pertama pada Sabtu (14/2/2026) terkendala kondisi cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Arus laut yang cukup kuat sehingga diduga korban terseret menjauh dari titik awal kejadian.

Selain itu luasnya area pencarian dan panjangnya garis pantai serta keterbatasan sarana dan peralatan untuk menjangkau laut lepas juga ikut menyulitkan menemukan korban.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hari Ketujuh Gempa NTT, Tim SAR Gabungan Evakuasi Udara Dua Korban Kritis di Manggarai Timur

Hari Ketujuh Gempa NTT, Tim SAR Gabungan Evakuasi Udara Dua Korban Kritis di Manggarai Timur

Wapres Kunjungi Flores-NTT Bertemu Korban dan Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

Wapres Kunjungi Flores-NTT Bertemu Korban dan Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang

6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang

Tim SAR Gabungan Akselerasi Evakuasi Medis dan Penyisiran Pasca Gempa Susulan di NTT

Tim SAR Gabungan Akselerasi Evakuasi Medis dan Penyisiran Pasca Gempa Susulan di NTT

Operasi Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dunia

Operasi Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dunia

Dua Gempa Susulan Guncang Manggarai, Kapolres Himbau Warga Jangan Panik Tapi Tetap Waspada

Dua Gempa Susulan Guncang Manggarai, Kapolres Himbau Warga Jangan Panik Tapi Tetap Waspada

Komentar
Berita Terbaru