Senin, 09 Maret 2026

Jembatan Penyeberangan Buatan Warga di Alak-Kota Kupang Roboh Diduga Imbas Galian Saluran Limbah Perumahan SPC Alak

Imanuel Lodja - Minggu, 15 Februari 2026 10:45 WIB
Jembatan Penyeberangan Buatan Warga di Alak-Kota Kupang Roboh Diduga Imbas Galian Saluran Limbah Perumahan SPC Alak
ist
Jembatan penghubung rusak diterjang banjir sehingga menyulitkan akses warga

digtara.com -Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh warga di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT roboh pada Sabtu (14/2/2026) pagi.

Baca Juga:

Jembatan yang terletak di RT 023/RW 003, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak ini merupakan jembatan penyeberangan yang memudahkan akses dan aktivitas warga setempat.

Jembatan kayu penyeberangan buatan warga yang roboh berada di tempat rencana pembuatan gorong-gorong di lokasi pembuangan air limbah dari perumahan SPC Alak.

Robohnya jembatan penyeberangan ini disebabkan karena hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasi cukup lama.

Baca Juga:
Akibat kejadian tersebut warga terdampak yakni dua kepala keluarga yakni Dominggus Leosae bersama istri dan ponakan serta Paulus Toineno bersama istri dan anak tidak memiliki akses untuk keluar rumah dikarenakan tidak adanya akses selain tempat tersebut.

Awalnya tidak ada lokasi galian tersebut yang mengakibatkan tergerusnya dan terputusnya jalan tersebut.

Namun pada tahun lalu 2025, pihak developer perumahan SPC Alak kesulitan dengan pembuangan air limbah dari perumahan.

Mereka kemudian membeli lokasi tanah milik Bahrun dan membuat galian menggunakan excavator.

Penggalian itu bertujuan akan dipasang gorong-gorong guna pembuangan air limbah perumahan saat hujan bisa lancar.

Namun setelah membuat galian lubang pembuangan air limbah sepanjang kurang lebih 50-an meter dari samping perumahan SPC, dan lebar galian sekira 6 meter dan kedalaman sekira 4 meter, tidak dilakukan pemasangan gorong-gorong atau pembuatan saluran yang bagus.

Baca Juga:
Hal ini menyebabkan ketika hujan turun terjadi kikisan tanah yang mengakibatkan longsor tanah.

Galian tersebut semakin membesar dan lebar mengakibatkan jembatan kayu yang dibuat oleh warga dengan menggunakan bahan kayu untuk akses jalan warga terganggu

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Remaja Pria di Kupang Terseret Banjir, Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Remaja Pria di Kupang Terseret Banjir, Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Polisi di Amfoang Utara-Kupang Bantu Siswa Seberangi Sungai Saat Pulang Sekolah

Polisi di Amfoang Utara-Kupang Bantu Siswa Seberangi Sungai Saat Pulang Sekolah

Intensifkan Program Kamis-an, Kapolsek Amfoang Timur Bina Para Siswa di Wilayah Perbatasan

Intensifkan Program Kamis-an, Kapolsek Amfoang Timur Bina Para Siswa di Wilayah Perbatasan

Hendak Kabur ke Kalimantan, Pelaku Penganiayaan Berat di Malaka Dibekuk Polisi di Wilayah Kabupaten TTS

Hendak Kabur ke Kalimantan, Pelaku Penganiayaan Berat di Malaka Dibekuk Polisi di Wilayah Kabupaten TTS

Residivis Yang Juga DPO Dibekuk Tim Resmob Polres Kupang

Residivis Yang Juga DPO Dibekuk Tim Resmob Polres Kupang

Komentar
Berita Terbaru