Kamis, 14 Mei 2026

SAE Lapas Kupang Ubah Lahan Karang Jadi Pertanian Produktif

Imanuel Lodja - Kamis, 05 Februari 2026 15:44 WIB
SAE Lapas Kupang Ubah Lahan Karang Jadi Pertanian Produktif
ist
SAE Lapas Kupang Ubah Lahan Karang Jadi Pertanian Produktif

digtara.com -Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang, Kamis (5/2/2926).

Baca Juga:

Kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan warga binaan berbasis kemandirian, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden melalui implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas).

Wakil Gubernur NTT disambut Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, didampingi Kabag TU dan Umum, Andri Lesmno, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Mahendra Sulaksana, dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pemasyarakatan se-Kota Kupang serta jajaran petugas pemasyarakatan.

Dalam kunjungan tersebut, Kanwil Ditjenpas NTT mendampingi Wakil Gubernur meninjau langsung program pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Lapas Kelas IIA Kupang.

Baca Juga:
Lahan yang sebelumnya berupa batu karang dan tidak produktif, kini berhasil diolah menjadi lahan pertanian yang bernilai dan berdaya guna.

Berbagai komoditas hortikultura dan tanaman pangan ditanam dan dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Lahan hortikultura yang dikelola mencapai 1 hektare, dengan hasil pertanian berupa kacang panjang, edamame, pepaya, terong, serta aneka sayuran.

Selain itu, terdapat pula lahan jagung seluas 3 hektare yang dikelola melalui kerja sama dengan PT. Silvano Maynard Jaya (SMJ) dan Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT.

Hasil panen yang diperoleh tidak hanya mendukung program pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi karena sebagian produk telah dimanfaatkan dan dipasarkan, termasuk disalurkan untuk kebutuhan dapur MBG.

Program pertanian tersebut dikelola langsung oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pembinaan kemandirian.

Baca Juga:
Melalui kegiatan ini, WBP dilibatkan dalam proses budidaya dari tahap tanam hingga panen, sekaligus dibekali keterampilan pertanian sebagai modal hidup setelah bebas, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kemampuan produktif dan peluang untuk mandiri secara ekonomi.

Wakil Gubernur NTT, JohniAsadoma, menyampaikan apresiasi atas langkah Kanwil Ditjenpas NTT dan jajaran yang mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.

Ia menilai program tersebut sebagai contoh konkret pembinaan yang berdampak, sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah hingga nasional.

"Saya mengapresiasi langkah Kanwil Ditjenpas NTT dan jajaran Lapas Kelas IIA Kupang yang mampu mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai. Program ini bukan hanya berdampak pada pembinaan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah. Ini contoh pembinaan yang konkret dan patut direplikasi" ujar Johni Asadoma.

Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Menteri Dalam Negeri, Hoirddin Hasibuan dan Dinas Pertanian Provinsi NTT, yang memberikan dukungan dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program pembinaan berbasis pertanian di lingkungan pemasyarakatan.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Berniat Perbaiki Kabel Putus, Warga Manggarai Malah Tewas Tersengat Arus Listrik

Berniat Perbaiki Kabel Putus, Warga Manggarai Malah Tewas Tersengat Arus Listrik

Bangunan Panti Asuhan di Kupang Terbakar

Bangunan Panti Asuhan di Kupang Terbakar

Kakek Pemerkosa Lima Anak di Kabupaten TTU Dituntut 19 Tahun Penjara Tanpa Tuntutan Restitusi

Kakek Pemerkosa Lima Anak di Kabupaten TTU Dituntut 19 Tahun Penjara Tanpa Tuntutan Restitusi

Temui Uskup Agung Kupang, Kapolres Kupang Minta Dukungan Gereja Jaga Kamtibmas

Temui Uskup Agung Kupang, Kapolres Kupang Minta Dukungan Gereja Jaga Kamtibmas

Dalam Sepekan, Tiga Warga Ditemukan Meninggal di Kota Kupang

Dalam Sepekan, Tiga Warga Ditemukan Meninggal di Kota Kupang

IRT di Kupang Dianiaya Suami Dengan Parang Hingga Luka Serius

IRT di Kupang Dianiaya Suami Dengan Parang Hingga Luka Serius

Komentar
Berita Terbaru