Tiga Bocah di Sumba Barat Daya Hilang Tersapu Ombak Saat Nonton Kapal Karam, Dua Ditemukan Meninggal Dunia
digtara.com -Tiga bocah sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT hilang tersapu ombak saat menonton kapal karam pada Senin (26/1/2026) sianh.
Baca Juga:
- BK Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Namun Tetap Dapat Hak Keuangan
- Satu Pekan Razia Pedagang Eceran BBM Bersubsidi, Polres Sumba Barat Daya Sita Ribuan Liter Pertalite dan Solar
- Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Tekankan Integritas dan Profesionalisme Saat Lantik Pejabat Struktural Dan Fungsional
Hasilnya, dua bocah ditemukan pada Selasa (27/1/2026) pagi dalam keadaan meninggal dunia. Sementara satu korban lagi masih dalam upaya pencarian.
Tiga korban yang tersapu ombak masing-masing Alfres Mone (6), siswa kelas I sekolah dasar, Ibranto Mete (9) dan Adrianto Mete (9), siswa kelas III sekolah dasar.
Baca Juga:Para korban merupakan warga Poudawa, Desa Wemaringi dan Kalembu Rame, Desa Wemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Ketiga bocah ini hilang dan tenggelam di pantai Webuku, Desa Wemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Korban dan rekan mereka Jok Eldon Helo (11) sedang duduk di pesisir pantai Webuku, Desa Wemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya sambil melihat bangkai kapal KM Abadi Jaya-A1 yang terdampar di pantai tersebut.
Jok Eldon Helo dan tiga orang korban tersapu ombak dan terseret ke dalam laut. Jok Eldon Helo berusaha berenang hingga ke tepian pantai
Kemudian setelah selamat, ia sempat melihat tiga korban yang merupakan teman- temannya sudah terbawa ke dalam laut
Baca Juga:Warga masyarakat di sekitar pantai Webuku yang melihat dan mengetahui peristiwa tersebut datang dan memberi bantuan terhadap Jok dan berupaya mencari korban.

Anggota Polsek bersama keluarga korban dan masyarakat berupa mencari korban di sekitar bangkai kapal dan di sekitar pesisir pantai dekat lokasi kejadian dengan berjalan kaki menyisir sepanjang bibir pantai
Namun cuaca buruk disertai gelombang air laut besar dan angin kencang sehingga masyarakat tidak berani berenang dan menyelam untuk mencari korban.
Selain itu ketiadaan peralatan seperti perahu dan alat lainnya juga menjadi kendala dalam pencarian korban.
Baca Juga:
BK Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Namun Tetap Dapat Hak Keuangan
Satu Pekan Razia Pedagang Eceran BBM Bersubsidi, Polres Sumba Barat Daya Sita Ribuan Liter Pertalite dan Solar
Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Tekankan Integritas dan Profesionalisme Saat Lantik Pejabat Struktural Dan Fungsional
Tersesat di Gunung Egon, Dua Pendaki Ditemukan Selamat
Upaya Bunuh Diri Sempat Digagalkan Kerabat, Pria di Kabupaten Sikka Ditemukan Tewas Dalam Kamar