Senin, 26 Januari 2026

Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT

Imanuel Lodja - Senin, 26 Januari 2026 14:00 WIB
Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT
ist
Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT

digtara.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberadaan Siklon Tropis Luana yang berada di wilayah selatan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Baca Juga:

Dalam laporan informasi Siklon Tropis Luana, akhir pekan lalu diketahui siklon ini sudah berada Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kecepatan 11 knot atau sekitar 20 kilometer per jam menuju Australia.

Namun begitu Siklon ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah beberapa provinsi di Indonesia.

BMKG mencatat Siklon Tropis Luana terbentuk pada 24 Januari 2026 dinihari berasal dari bibit siklon 91S yang tumbuh sejak 21 Januari 2026.

Baca Juga:
Dalam analisis BMKG pukul 07.00 WIB, posisi siklon berada di Samudra Hindia selatan Laut Sawu, sekitar 810 kilometer di selatan Pulau Rote, dengan kecepatan 11 knot ke Australia.

Kecepatan angin maksimumnya mencapai 45 knot atau sekitar 85 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 991 hPa, dan berada pada kategori 1.

Dampaknya ialah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan dan diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat.

"Hujan sedang -lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di wilayah Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," jelas Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG, Miming Saepudin.

Masyarakat pesisir diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang laut setinggi 4 hingga 6 meter yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan NTT. Potensi gelombang 2,5 hingga 4 meter juga dapat terjadi di Perairan Selatan Bali hingga NTT serta Laut Sawu.

Ia juga menyampaikan tinggi gelombang kategori Sedang (1.25 -2.5 m) diprediksi terjadi di Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, dan Laut Arafuru bagian barat.

Baca Juga:
"Siklon tropis LUANA memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam kedepan hingga 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia," katanya.

Stasiun Meteorologi Maritim Tenau - Kupang telah mengeluarkan perkiraan tinggi gelombang hingga 31 Januari oleh M Caesar Agni Pratama selaku Prakirawan yang bertugas.

Dalam tersebut diperkirakan beberapa wilayah perairan NTT diprediksi mencapai kategori sedang hingga tinggi.

Gelombang tertinggi berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sumba dan Perairan Selatan Sabu–Raijua, dengan ketinggian berkisar 2,7 hingga 3,4 meter, terutama pada periode 26–28 Januari 2026. Kondisi ini dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.

Selat Sumba bagian barat juga diprakirakan mengalami gelombang cukup signifikan, mencapai 2,2 hingga 3,3 meter, namun berangsur menurun.

Kemudian Laut Sawu dan Selat Ombai diperkirakan memiliki gelombang setinggi 1,8 hingga 2,7 meter, sedangkan perairan sekitar Kupang–Rote, diprediksi tinggi gelombang berkisar 2,6 hingga 2,9 meter.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT 17–19 Januari 2026

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT 17–19 Januari 2026

Begini Sikap Gubernur NTT Terkait Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo

Begini Sikap Gubernur NTT Terkait Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo

BMKG Umumkan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Indonesia

BMKG Umumkan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Indonesia

Masyarakat NTT Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Masyarakat NTT Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Sirkulasi Siklonik, Penyebab Cuaca Buruk di NTT dan Banjir Lahar Gunung Lewotobi

Sirkulasi Siklonik, Penyebab Cuaca Buruk di NTT dan Banjir Lahar Gunung Lewotobi

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Sumut dan Aceh

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Sumut dan Aceh

Komentar
Berita Terbaru