Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT
digtara.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberadaan Siklon Tropis Luana yang berada di wilayah selatan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Baca Juga:
Namun begitu Siklon ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah beberapa provinsi di Indonesia.
BMKG mencatat Siklon Tropis Luana terbentuk pada 24 Januari 2026 dinihari berasal dari bibit siklon 91S yang tumbuh sejak 21 Januari 2026.
Baca Juga:Dalam analisis BMKG pukul 07.00 WIB, posisi siklon berada di Samudra Hindia selatan Laut Sawu, sekitar 810 kilometer di selatan Pulau Rote, dengan kecepatan 11 knot ke Australia.
Kecepatan angin maksimumnya mencapai 45 knot atau sekitar 85 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 991 hPa, dan berada pada kategori 1.
Dampaknya ialah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan dan diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat.
Masyarakat pesisir diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang laut setinggi 4 hingga 6 meter yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan NTT. Potensi gelombang 2,5 hingga 4 meter juga dapat terjadi di Perairan Selatan Bali hingga NTT serta Laut Sawu.
Ia juga menyampaikan tinggi gelombang kategori Sedang (1.25 -2.5 m) diprediksi terjadi di Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, dan Laut Arafuru bagian barat.
Baca Juga:"Siklon tropis LUANA memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam kedepan hingga 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia," katanya.
Stasiun Meteorologi Maritim Tenau - Kupang telah mengeluarkan perkiraan tinggi gelombang hingga 31 Januari oleh M Caesar Agni Pratama selaku Prakirawan yang bertugas.
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT 17–19 Januari 2026
Begini Sikap Gubernur NTT Terkait Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo
BMKG Umumkan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Indonesia
Masyarakat NTT Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem
Sirkulasi Siklonik, Penyebab Cuaca Buruk di NTT dan Banjir Lahar Gunung Lewotobi