Sabtu, 24 Januari 2026

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Imanuel Lodja - Sabtu, 24 Januari 2026 17:49 WIB
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda
ist
Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Bello, Pdt. Selvy Alfes Zina menceritakan kondisi gereja.

digtara.com -Bencana angin puting beliung menyebabkan gedung Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Yegar Sahaduta Belo, Klasis Kota Kupang Barat, rusak berat pada Sabtu (24/1/2026) dinihari.

Baca Juga:

Dampak dari peristiwa tersebut, atap dan plafon gedung gereja terbongkar sehingga kebaktian Minggu pada Minggu (25/1/2026) direncanakan berlangsung dibawah tenda darurat.

Bangunan gereja yang berlokasi di RT 02/RW 01, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, itu mengalami kerusakan berat setelah diterjang angin kencang yang berlangsung sangat singkat namun berdampak besar.

Kondisi atap yang terbuka membuat gedung tidak memungkinkan digunakan untuk beribadah, terlebih di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Baca Juga:
Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Belo, Pdt. Selvy Asfes Zina, S.Th., mengatakan jemaat baru saja menikmati hasil renovasi ruang utama dalam empat bulan terakhir.

Renovasi dilakukan secara bertahap bersama jemaat selama hampir satu tahun terakhir.

Pdt Selvy mengakui kalau plafon dan atap ini baru selesai diperbaiki dan dinikmati sekitar empat bulan.

"Tuhan kembali menguji kami lewat peristiwa yang datang begitu tiba-tiba," ujar Pdt. Selvy di lokasi kejadian pada Sabtu (24/1/2026).

Ia menceritakan, sebelum kejadian angin puting beliung, dirinya bersama jemaat masih melakukan aktivitas di gereja hingga sekitar pukul 00.00 WITA.

Sekitar setengah jam setelah kembali ke rumah, listrik padam dan angin kencang langsung menghantam bangunan gereja.

Baca Juga:
"Kejadiannya sangat singkat, tidak sampai satu menit. Namun angin begitu kuat hingga membongkar atap gedung gereja," ujarnya.

Saat ini, gedung gereja masih dalam tahap renovasi. Ruang utama telah selesai diperbaiki, sementara bagian belakang gedung atau konsistori belum tersentuh karena keterbatasan anggaran jemaat. GMIT Yegar Sahaduta Belo sendiri memiliki 83 kepala keluarga dengan jumlah jemaat mencapai 323 jiwa.

Di tengah kondisi tersebut, pihak gereja memastikan ibadah Minggu tetap berlangsung dengan menyiapkan tenda darurat di halaman gereja agar jemaat tetap dapat beribadah.

"Untuk kebaktian Minggu ini, kami akan mendirikan tenda agar ibadah tetap berjalan. Bagi kami, ini ujian iman dan kesabaran yang harus dimaknai bersama," ujarnya.

Pdt Selvy berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, khususnya dalam bentuk bantuan material seperti seng dan kayu, agar perbaikan atap gereja dapat segera dilakukan.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Janin Ditemukan Warga Dalam Sungai

Janin Ditemukan Warga Dalam Sungai

Cemburu, Pria di Kupang Aniaya Istrinya

Cemburu, Pria di Kupang Aniaya Istrinya

Pulang Latihan di Gereja, Remaja Putri di Sabu Raijua Tergelincir ke Sungai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Pulang Latihan di Gereja, Remaja Putri di Sabu Raijua Tergelincir ke Sungai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Polda Sumut Perketat Pengamanan Gereja Jelang Natal, 11.678 Personel Diterjunkan

Polda Sumut Perketat Pengamanan Gereja Jelang Natal, 11.678 Personel Diterjunkan

Komentar
Berita Terbaru