Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang
digtara.com -Cuaca ekstrem angin kencang melanda wilayah Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Jumat siang (23/1/2026) hingga Sabtu dini hari (24/1/2026).
Baca Juga:
Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah Gereja GMIT Yegar Sahaduta Bello.
Sebagian besar atap gereja terlepas dan hilang diterbangkan angin.
Baca Juga:Material seng tampak berhamburan di halaman dan sekitar bangunan gereja.
Di bagian dalam gereja, plafon yang baru dipasang sekitar empat bulan lalu runtuh dan rusak.
Potongan plafon berserakan di bangku jemaat dan lantai gereja.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Bello, Pdt. Selvy Asfes Zina, bersama Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Barat, Pdt. Ita Fointuna Ndun, S.Th terlihat berada di lokasi untuk meninjau langsung kondisi gereja pascakejadian.
Sejumlah jemaat juga berdatangan dan bergotong royong membersihkan puing-puing plafon serta menyelamatkan peralatan ibadah.
Baca Juga:Tak jauh dari lokasi gereja, kondisi permukiman warga di RT 02/RW 01 dan RT 02/RW 02 Kelurahan Bello juga tampak memprihatinkan.
Sejumlah rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari atap yang terlepas hingga bangunan semi permanen yang roboh sebagian.
Sejumlah seng dan kayu bangunan terlihat berserakan di jalan dan pekarangan rumah warga.
Sementara warga lainnya bergotong royong membangun rumah darurat sebagai tempat berteduh sementara.
Lurah Bello, Robynson E. Lona, mengatakan sekitar 20 kepala keluarga terdampak angin kencang.
Baca Juga:Dari jumlah tersebut, enam rumah dilaporkan rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
"Pascakejadian sekitar pukul 04.30 WITA, kami langsung turun ke lapangan bersama aparat setempat untuk melakukan identifikasi awal terhadap korban dan kerusakan rumah," ujar Robynson pada Sabtu siang.
Ia menyebutkan, tiga warga mengalami luka akibat tersayat seng yang terlepas dari bangunan rumah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang saat ini masih melakukan pendataan secara riil terhadap dampak bencana, termasuk jumlah kepala keluarga dan korban terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Riko Umar, mengatakan rumah warga, termasuk yang tidak permanen, akan mendapatkan intervensi bantuan darurat.
Baca Juga:"Gereja juga akan diberikan bantuan tenda agar kegiatan ibadah Minggu tetap dapat berlangsung. Terkait buffer stok, kami akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan dinas sosial kota maupun provinsi," kata Riko.
Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Johanes D. B. B. K. Assan, menyatakan pihaknya siap menyalurkan bantuan logistik berupa mie instan, selimut, pakaian, dan tenda kepada warga terdampak.
Sementara itu, Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah menyebut pihaknya telah mengerahkan personel ke lokasi untuk membantu pengamanan dan pemantauan. Ia mengimbau warga mengamankan barang berharga serta peralatan elektronik, serta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan.
Baca Juga:Data gedung gereja dan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat hujan disertai angin kencang
1. Gereja Yegar Sahaduta Pdt Selfi Djeka Asfesina S.Th (atap)
2. Rumah warga :
2. Lusius Stefanus Mite (atap kamar rusak)
3. Ludgerus doa (atap rumah rusak)
Baca Juga:4. Manase Penu (atap rumah)
5. Edwinardus Djuma (atap rumah)
6. Benyamin Selan (atap rumah)
8. Albinus Sakan (atap rumah)
9. Ibu Bernadeta Muti (atap rumah tertimpa pohon)
Baca Juga:10. Martin Nikolas kue'e (atap rumah)
11. Jemy Liukae (atap rumah)
12. Ferdinan Leni (rumah rusak parah)
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda
Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo
Karyawan Rumah Makan Teluk Rasa Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik
Rumah Ambruk Diterpa Angin Kencang, Lansia di Manggarai Barat Terluka
Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas