Jumat, 23 Januari 2026

100 Persen Sekolah SMA Sederajat di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet, Dorong Digitalisasi Pendidikan

Arie - Kamis, 22 Januari 2026 19:10 WIB
100 Persen Sekolah SMA Sederajat di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet, Dorong Digitalisasi Pendidikan
ist
100 Persen Sekolah SMA Sederajat di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet

digtara.com -Seluruh Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa di Sumatera Utara kini telah 100 persen teraliri listrik dan internet. Sekolah-sekolah tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga:

Capaian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menyelaraskan program digitalisasi pendidikan, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendorong guru dan siswa agar semakin melek teknologi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu 21 Januari 2026.

Alexander menegaskan bahwa seluruh SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah Disdik Sumut telah memiliki akses listrik dan internet secara menyeluruh.

Baca Juga:

Realisasi Akses Listrik dan Internet Sekolah di Sumut

Alexander menjelaskan, sepanjang tahun 2025 terdapat 163 sekolah yang dipasangi jaringan internet. Sementara untuk pemenuhan kelistrikan, sebanyak tujuh sekolah dipasangi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, 25 sekolah dilakukan perbaikan instalasi listrik, serta 21 sekolah mendapatkan penambahan daya listrik.

Strategi pemenuhan akses listrik dan internet tersebut disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing sekolah. Untuk daerah yang belum memiliki jaringan listrik, Disdik Sumut memasang PLTS. Jika jaringan listrik tersedia, pihaknya bekerja sama dengan PLN.

Adapun untuk akses internet, apabila belum tersedia jaringan kabel, maka digunakan layanan internet berbasis satelit Starlink. Skema ini terutama diterapkan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, yang umumnya juga dilengkapi dengan PLTS.

Dorong Digitalisasi dan Kesetaraan Pendidikan

Baca Juga:

Pemenuhan akses listrik dan internet ini dinilai sebagai fondasi utama digitalisasi pendidikan. Alexander menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak mungkin berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai.

Dengan tersedianya listrik dan internet, proses pembelajaran berbasis digital diharapkan semakin interaktif. Selain itu, kesenjangan akses teknologi antara daerah 3T dan wilayah perkotaan dapat ditekan sehingga tercipta kesetaraan kualitas pendidikan.

Disdik Sumut juga menargetkan peningkatan kualitas guru dan siswa melalui pemanfaatan teknologi, sekaligus memastikan tidak ada lagi daerah yang tertinggal dalam penguasaan digital.

Program Unggulan Bersekolah Gratis Diluncurkan 2026

Baca Juga:

Selain capaian infrastruktur pendidikan, Alexander juga menyampaikan perkembangan Program Unggulan Bersekolah Gratis yang akan diluncurkan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Program tersebut akan diterapkan di lima kabupaten dan kota di Kepulauan Nias, serta diperluas ke lima daerah yang paling terdampak bencana, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.

Program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah provinsi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana.

Untuk Kepulauan Nias, program bersekolah gratis menyasar sekitar 41 ribu siswa dengan pagu anggaran Rp21 miliar. Sementara di lima daerah terdampak bencana, program ini menyasar 51 ribu siswa dengan total anggaran Rp22 miliar.

Secara keseluruhan, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp43 miliar untuk mendukung program sekolah gratis tersebut. Mekanisme pelaksanaan akan diatur melalui Peraturan Gubernur, dengan penyaluran dana langsung ke rekening masing-masing sekolah.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru