Minggu, 06 September 2026

Warga Manggarai Barat Mengaku Ditembak OTK, Polisi Turun Tangan

Imanuel Lodja - Jumat, 16 Januari 2026 12:00 WIB
Warga Manggarai Barat Mengaku Ditembak OTK, Polisi Turun Tangan
ist
Korban penganiayaan yang mengaku terkena tembakan senjata angin diperiksa penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat

digtara.com -Warga Kabupaten Manggarai Barat, NTT mengaku menjadi korban penembakan dengan senjata api rakitan oleh orang tidak dikenal (OTK).

Baca Juga:

Polres Manggarai Barat pun mendalami kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengerusakan yang dilaporkan terjadi pada awal tahun baru, Kamis (1/1/2026) lalu.

Perkara ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/01/I/2026/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT.

Peristiwa bermula pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 Wita di Kampung Nggaet, Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT.

Baca Juga:
EW (24) mengaku menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal menggunakan senapan angin.

Akibat insiden tersebut, korban menderita luka di bagian leher sebelah kiri.

Tak hanya serangan fisik, kediaman korban juga dilaporkan mengalami pengerusakan oleh oknum tertentu.

Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa insiden ini diduga dipicu oleh dendam lama yang kembali memanas.

"Situasi semakin keruh lantaran para pihak yang terlibat disinyalir berada dibawah pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung," kata Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 Wita, korban EW sempat membuat laporan di Polsek Komodo dan dilarikan ke RSUD Komodo untuk menjalani prosedur Visum et Repertum (VER) serta rontgen.

Baca Juga:
Namun, hasil pemeriksaan medis awal memberikan temuan yang mengejutkan. Tim dokter tidak menemukan adanya proyektil atau peluru senapan angin di dalam luka korban.

"Kondisi ini membuat penyidik belum dapat memastikan apakah luka pada leher kiri korban benar-benar diakibatkan oleh tembakan senapan angin atau benda lainnya," ungkap Kasat.

Sejauh ini, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat menghadapi sejumlah hambatan, diantaranya minimnya saksi mata karena belum ada saksi yang mampu menerangkan secara detail siapa pelaku yang melakukan penembakan.

Kekurangan bukti medis karena belum ada bukti otentik yang dapat mengaitkan luka korban dengan penggunaan senjata api jenis senapan angin.

"Hingga saat ini, barang bukti yang diamankan berupa baju yang digunakan korban saat kejadian. Untuk terlapor masih dalam proses penyelidikan," jelas Kasat Reskrim.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores

Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores

Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah

Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Komentar
Berita Terbaru