Rabu, 11 Februari 2026

Warga Manggarai Barat Mengaku Ditembak OTK, Polisi Turun Tangan

Imanuel Lodja - Jumat, 16 Januari 2026 12:00 WIB
Warga Manggarai Barat Mengaku Ditembak OTK, Polisi Turun Tangan
ist
Korban penganiayaan yang mengaku terkena tembakan senjata angin diperiksa penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat

digtara.com -Warga Kabupaten Manggarai Barat, NTT mengaku menjadi korban penembakan dengan senjata api rakitan oleh orang tidak dikenal (OTK).

Baca Juga:

Polres Manggarai Barat pun mendalami kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengerusakan yang dilaporkan terjadi pada awal tahun baru, Kamis (1/1/2026) lalu.

Perkara ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/01/I/2026/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT.

Peristiwa bermula pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 Wita di Kampung Nggaet, Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT.

Baca Juga:
EW (24) mengaku menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal menggunakan senapan angin.

Akibat insiden tersebut, korban menderita luka di bagian leher sebelah kiri.

Tak hanya serangan fisik, kediaman korban juga dilaporkan mengalami pengerusakan oleh oknum tertentu.

Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa insiden ini diduga dipicu oleh dendam lama yang kembali memanas.

"Situasi semakin keruh lantaran para pihak yang terlibat disinyalir berada dibawah pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung," kata Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 Wita, korban EW sempat membuat laporan di Polsek Komodo dan dilarikan ke RSUD Komodo untuk menjalani prosedur Visum et Repertum (VER) serta rontgen.

Baca Juga:
Namun, hasil pemeriksaan medis awal memberikan temuan yang mengejutkan. Tim dokter tidak menemukan adanya proyektil atau peluru senapan angin di dalam luka korban.

"Kondisi ini membuat penyidik belum dapat memastikan apakah luka pada leher kiri korban benar-benar diakibatkan oleh tembakan senapan angin atau benda lainnya," ungkap Kasat.

Sejauh ini, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat menghadapi sejumlah hambatan, diantaranya minimnya saksi mata karena belum ada saksi yang mampu menerangkan secara detail siapa pelaku yang melakukan penembakan.

Kekurangan bukti medis karena belum ada bukti otentik yang dapat mengaitkan luka korban dengan penggunaan senjata api jenis senapan angin.

"Hingga saat ini, barang bukti yang diamankan berupa baju yang digunakan korban saat kejadian. Untuk terlapor masih dalam proses penyelidikan," jelas Kasat Reskrim.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Impian Jadi Polisi Terwujud Melalui Prestasi Olahraga

Impian Jadi Polisi Terwujud Melalui Prestasi Olahraga

Peraih Medali Emas Silat Sea Games dan Dua Dokter Lolos Seleksi SIPSS dari Polda NTT

Peraih Medali Emas Silat Sea Games dan Dua Dokter Lolos Seleksi SIPSS dari Polda NTT

Berkas Perkara Tindak Pidana Perbankan P21, Polda NTT Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejari Ngada

Berkas Perkara Tindak Pidana Perbankan P21, Polda NTT Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejari Ngada

Kapolda NTT Bantu Perahu Sampan Untuk Transportasi Siswa di Rote Ndao

Kapolda NTT Bantu Perahu Sampan Untuk Transportasi Siswa di Rote Ndao

Pelaku Curanmor Antar Kabupaten Diamankan Polisi di Flores Timur

Pelaku Curanmor Antar Kabupaten Diamankan Polisi di Flores Timur

Keluarga Siswa Korban Bunuh Diri di Ngada Dikuatkan dengan Pendampingan Psikologis dari Polda NTT

Keluarga Siswa Korban Bunuh Diri di Ngada Dikuatkan dengan Pendampingan Psikologis dari Polda NTT

Komentar
Berita Terbaru